Follow Us @curhatdecom

Rabu, 21 Februari 2018

Serba Serbi Naik Pesawat Bawa Bayi

18.13.00 2 Comments
Say Cheeeese....

Heloooooooo....helooooo... uhuk...uhuk... ini debu banyak amat yak di Blog. Hampir sebulan gak tersentuh sih kwkwkwkw. Maafkan, fufufufu. Gue agak rempong sama pindahan. Serba serbi pindahan mau gue tulis lain waktu ya. Ada tips DIY dapur ala bundaro juga. Kapan, iya nantiiii... kwkwkw

Selain pindahan, salah satu yang bikin gue lama gak nulis blog, adalah di undang kembali ke Jakarta oleh Staf Kepresidenan. So, gue sama GazaRo wussssh terbang lagi deh ke Jakarta hehehe.

Baca Juga : Dari Banjarmasin Ke Jakarta Cuma Untuk Gosipin Pak Presiden


Oke dibandingkan Umaro, Gazaro ini di usia yang belum genap 5 bulan udah 7 kali naik peswat. 2 kali di antar ayahro, sisanya kami "nge-Date" berdua ajah. Rempong? Gak juga sih. Dulu jaman Umaro juga gue beberapa kali mudik berdua ajah. Begitulah jadi perantauan, Bundaro kudu Seterong bak Terong #eh.

Kalau ada yang mau bepergian dengan bayi naik pesawat, ini dia 5 hal dasar yang perlu di ketahui.


Surat Keterangan/Rekomendasi Dokter

Penerbangan perdana GazaRo yaitu ke Jogja usia kurang dari sebulan. Boleh? iya boleh kok, tapi harus disertai dengan surat keterangan dokter. Surat ini lebih untuk memastikan ajah bayi terbang dalam keadaan sehat atau layak terbang.

Bikin suratnya gampang kok, tinggal datangi DSA (dokter Spesialis anak), biayanya sesuai dengan DSA masing-masing sih ya. Kemarin GazaRo sekitar 100rb kalau gak salah, sekalian konsultasi.

Kalau mau versi murah, bisa datang ke puskesmas ajah. Gazaro juga pernah ke puskesmas. Bayar cuma 5rb cyiiin. Tapi sabar ya kalau Nakes (tenaga kesehatan) nya agak bingung gak paham. Kemarin gue gitu karena ternyata mereka belum pernah buat. Tapi di spanduk layanan puskesmas tercantum, jadi gue yakin bisa hehehe

Nah kalau versi kepepet alias gak sempet ke DSA atau puskesmas bisa juga cek di bandara. Biayanya sekitar 35rb. Tapi daripada dicek gak layak terbang trus gagal pergi mending prepare sebelumnya ya. Karena pemeriksaan di bandara ini lumayan ketat. Suhu tubuh juga di periksa.

Oh iya surat keterangan dokter ini ada masa expirednya ya. Beda maskapai beda kebijakan. Biasanya 3-7 hari. Sampai usia berapa butuh surat rekomendasi dokter ini? Nah beda-beda juga kebijakan tiap maskapai. Kalau gak salah Lion Grup sampai 3 Bulan.

Jangan lupa, nanti di Bandara kita akan diminta menandatangani surat keterangan bahwa kita tidak akan menuntut apa-apa jika terjadi sesuatu dengan si bayi.

Tiket Bayi

Anu... walau belum duduk sendiri jangan lupa beli tiket untuk bayi yaaaa hehehe. Karena mereka juga masuk kategori penumpang. Murah ajah kok, cuma 10% dari tiket dewasanya ajah. 
Loket Pembelian Tiket Tambahan Infant

Kalau beli tiket di aplikasi tiket online pilih "INFANT" untuk beli tiket bayi. Belinya sekalian tiket dewasa ya, jangan terpisah. 

Bagaimana kalau terpisah? 
2 kali gue di undang ke Jakarta sebagai blogger. Tapi tiket bayi gak di cover. Aduuuh ini gimana ya, kan bayinya gak bisa di tinggal. Setelah googling dan curhat dengan teman sejawat (halah) dapat info kalau tiket bayi bisa menyusul di beli. Caranya tinggal mendatangi counter maskapai yang di tunjuk. Atau beli di bandara saat akan cek in, beli di counter resminya ya. Gampang kok 
prosesnya. Kemarin tiket PP Gazaro dengan maskapai Batik sekitar 160rb.

Oh iya, biasanya kalau belinya udah 4 jam sebelum keberangkatan memang harus di bandara ya. Karena itu sudah masuk otoritas bandara katanya. 

Jangan lupa siap-siap bawa fotocopy akte kelahiran atau KK. Jaga-jaga ajah sih, selama ini gue gak pernah diminta.


Perlengkapan Keamanan Di Pesawat

Perlengkapan keamanan di pesawat untuk bayi kurang lebih sama kok kayak dewasa. Ada seatbelt dan baju pelampung. Dua benda ini akan diberikan pramugari setelah kita duduk dengan nyaman.
Gak boleh di bawa pulang sih, jadi di foto ajah hehehe

Nah karena gue pakai gendongan yang ergonomis dan safety kata pramugarinya gak perlu di pakai seatbelt nya. Di gendongan juga udah aman. 


Dan pramugari akan sedikit memberikan briefieng tentang baju pelampung bayi di letakkan di kantong depan tempat duduk, tentang pemakaian nya, tentang masker oksigen, tombol bantuan dsb. 

Oh iya, jangan sekali-sekali mikir mau bawa pulang buat oleh-oleh yaaaa... Barangkali mikir "wah lumayan nih buat berenang dede" (lah itu mah elu kali pit yang mikir begitu kwkwkw)

Karena membawa pulang pelampung bayi sama dengan hukuman membawa pulang pelampung dewasa. Bisa di denda dan di penjara 2 tahun. Itu alat keselamatan cyiiin bukan sovenir dari maskapai #LOL

Oh iya di pesawat kadang kita bisa request bassinet. Semacam tempat tidur bayi gitu. Tapi kayaknya itu khusus penerbangan yang memakan waktu berjam-jam. Kalau cuma 1-2 jam penerbangan jarang ada hehehe.

Saat Terjadi Keadaan Darurat

Namanya seorang ibu pasti akan refleks memberikan yang terbaik donk ya buat anak. Bahkan rela mengorbankan diri jika perlu. Tapi ternyata pengorbanan di dunia penerbangan juga harus smart. 

waktu rebutan kamera sama Umaro, iya ini darurat juga sih kwkwkwkw

Dalam briefieng yang disampaikan oleh pramugari, jika ada perubahan tekanan udara mendadak masker oksigen akan keluar. Dan pramugari memberi instruksi kalau ibunya harus memakai lebih dulu baru anaknya. Kok seperti egois ya, tapi ada benarnya. Karena dengan orang dewasanya menyelamatkan diri terlebih dahulu, peluang selamat keduanya lebih besar. Sedangkan jika orang dewasanya tidak selamat bayinya selamat, maka bayinya juga tidak bisa bertahan lama. Itu logikanya. Tapi hidup dan mati tetap Allah yang atur ya.

Membuat Bayi Nyaman

Saat penerbangan pulang ke Banjarmasin, gue kebetulan satu pesawat dengan another baby. Usianya 1 tahun, dan selama penerbangan dia full menangis. Bagaimana dengan GazaRo? Alhamdulillah selama penerbangan GazaRo tenang. Pernah si penerbangan ke 4 dan 5 kalau gak salah GazaRo rewel.

Emak Selpih biar rileks lah yaaaaa....
Banyak hal sih yang bikin bayi rewel di pesawat. Salah satunya adalah sakit di telinga karena suara bising atau perubahan tekanan udara. Solusi nya bisa dengan menggunakan earmuf atau bisa dengan di beri makan/susui saat take off dan landing. Tapi kalau bayinya tidur, ya biarkan saja. Jangan di paksa di susui, malah jadi rewel.

Bayi rewel tentu karena tidak nyaman. Di penerbangan ke 4 ternyata GazaRo rewel karena minta keluar dari gendongan. Dia kegerahan juga karena ac nya gak terasa cyiin. Di penerbangan ke 5 paling bikin heboh. DIA MINTA KURSI SENDIRI. Ampooon bayi 4 bulan minta kursi sendiri coba. Untung penerbangan lagi kosong. Oh iya itu waktu kami ketinggalan pesawat karena salah maskapai (someday kalau mood gue cerita kwkwkwkw)
Senyum kemenangan saat akhirnya dapat kursi sendiri errrrrr...

Hal lain yang bikin bayi rewel di pesawat adalah karena dia merasa asing dengan lingkungan. Dan percaya atau gak, suasana hati ibunya ngaruh loh ke suasana hati bayi. 

Jadi bayi yang nangis di pesawat itu, gue lihat di ruang tunggu ortunya emang gelisah, dan dan ribet sendiri (maaf bukan ngejudge). Di bis anaknya anteng, eh emaknya udah bikin semacam sugesti pas ngobrol sama gue "Anak saya mah pasti nangis di pesawat". Lah iya bener dia nangis selama penerbangan. 

Ada juga pengalaman bapak-bapak yang terbang bawa anaknya (SD). Saat take off dia nutup kuping anaknya dengan kedua tangannya trus merunduk bersama. Anaknya jadi ketakutan dan nangis. Padahal tadinya biasa-biasa saja. 
Gendongannya ergonomis, jadi mudik berdua doank sama Bayi siapa takut hehehe

Gak cuma di pesawat, dalam kehidupan sehari-hari kalau gue udah kacau pikiran, pasti nyamber ke bayi. Mereka ikutan rewel dan malah bikin tambah pusing hihihi. Trus emang emak gak boleh marah? Gak boleh kesel? Gak boleh stress? Boleh, manusiawi itu. Tapi yang perlu di perhatikan adalah bagaimana mengelola semua emosi itu.
Oh iya untuk tempat duduk saat cek-in minta di bagian lorong jangan deket jendela. Kalau bawa anak-anak duduk dekat jendela bisa jadi pengalaman menarik. Tapi kalau bawa bayi mending di lorong. Karena bayi lebih mendapat space terbuka. Kalau perlu ganti popok ke toilet juga mudah keluar masuk. Atau kalau sesekali minta gendong berdiri juga nyaman (dengan catatan tanda lampu kenakan sabuk pegaman dalam keadaan padam ya).

A post shared by KeluargaRo (@keluargaro) on

Jangan lupa siapkan mainan kesukaan jika dia bosan. Ajak bercanda dan ngobrol-ngobrol. Tapi memang paling aman adalah biarkan dia tidur selama penerbangan hehehe...

Kalau bisa jangan terlalu mepet datang ke bandara. Kalau kelamaan nunggu mau tempat nyaman bisa mampir ke ruang menyusui. Kalau di bandara soekarno Hatta ruang menyusuinya nyaman bangeeeeet. Bundaro dan GazaRo seneng banget bisa guling-guling disana kwkwkw...

Kamis, 18 Januari 2018

Kangen Liburan Ke Pulau Seribu

11.57.00 8 Comments
Gue kangen pantaaaaaai....



Pernah terjadi obrolan di chat room mentor dan menti kelas inkubator bisnis gue beberapa tahun silam tentang anak pantai dan anak gunung. Katanya anak pantai itu tipikal orang-orang yang hidupnya suka senang-senang. Kalau anak gunung itu tipikal orang-orang yang wise. Menurut gue mitos! kwkwkw

Tapi emang alasan gue suka pantai karena ke pantai itu seru, main air, main pasir, lihat sunset dan gak capek-cepak naik-naik ke puncak gunung hohoho. 

Toh sekarang yang naik gunung juga banyak yang gak beretika. Banyak sampah, dan perusakan alam. Jadi kembali lagi ke pribadi masing-masing. Baik di gunung maupun di pantai bagi gue keduanya bisa menjadi ajang untuk mensyukuri nikmat atas keindahan yang udah Allah kasih (Nah bijak kan anak pantai satu ini #benerinDaster)

Nah iya balik lagi ke pantai. Waktu masih di Jakarta pantai yang paling gue suka ya yang ada di kepulauan seribu. Gue udah 3 kali ke sana, yang gue inget cuma pulau tidung, dua pulau lainnya lupa (tuh kaaaan saking lamanya gak kesana jadi lupa). Yups namanya juga kepulauan, jadi artinya gak cuma satu pulau. Ada banyak pulau-pulau. Dan untuk melihat spot-spot tertentu biasanya kita akan menyebrang dari satu pulau ke pulau lainnya. 


Jaman Old jadi jangan tanya kenapa langsing wkwkwkwk

Yang bikin gue kangen dengan pulau seribu adalah spot bawah airnya. Liburan ke pulau seribu menurut gue udah lumayan mantap untuk budget terbatas. Yah kalau gue liburan ke Raja Ampat kan biayanya lebih gede hehehe. Selama di Banjarmasin gue belum ketemu pantai yang bagus. Jadi kayaknya gue mau ngerayu si Abang buat liburan ke Pulau Tidung sekalian mudik ke Jakarta ah akhir tahun ini.


Saatnya Cek Harga

Namanya juga emak-emak, menjaga kestabilan keuangan rumah tangga demi Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Rumah Tangga adalah sila pertama hehehe. Jadi mari kita mulai buat anggarannya. Cari tiket dari sekarang hahaha.

Yang gue butuhkan adalah tiket pesawat PP 2 orang plus satu bayi. Tiket penyebrangan dari Jakarta ke Pulau tidung (oke yang ini nyarinya dadakan di TKP langsung). Sama yang terakhir booking hotel atau penginapan di pulau tidungnya. Untuk paket wisatanya nanti bisa nyari guide lokal ajah. 

Yang bisa gue beli jarak jauh dan dari sekarang adalah tiket hotel dan pesawat. Tapi ya Ampuuun... ternyata nyari satu-satu ribet yak kwkwkw. Baru mulai nyari tiket pesawat, Baby 4 bulan udah manggil-manggil manja kwkwkw. Lah gimana nyari tiket hotel nya #hiks.

Sambil menyusui GazaRo gue menatap nanar layar destkop dari jauh. Kayak adegan sinetron gue mencoba meraih kasih namun tangan tak sampai kwkwkw #LebayKumat. Bisa ajah sih gue online pakai Handphone, toh pasang aplikasi Traveloka juga di hape. Tapi gue lagi sebisa mungkin sedang meminimalisir penggunaan handphone dekat Bayi, apalagi saat menyusui.


Eh kok itu ada menu Flight+Hotel. Selama ini fokus pada kebutuhan ajah sih. Gak pernah lirik-lirik lain. Misal cari tiket pesawat ya udah langsung cus. Jadi gak pernah ngeh dengan menu satu ini.

Pas gue klik ternyataaaaaa... ini menu paket yang gue butuhkan kwkwkw. Nyari tiket pesawat dan hotel bersamaan, yaitu Paket pesawat hotel Traveloka. Begitu gue klik muncul menu untuk pesawat dan hotel sekaligus. Trus langsung muncul juga deh paket yang bisa di pilih. Ada menu filter juga untuk menyesuaikan Budget ataupun maskapai yang kita mau.

"Ya ampun Piiit kemane aje looo hahaha." Padahal kalau selama ini tingkat kekepoan gue tinggi, dari dulu gue tau ajah kalau ada menu ini. Eh tapi ini membuktikan kalau gue fokus dan gak pernah kepo sama urusan orang lain #eh kwkwkwkw.

Dengan menu ini gue jadi bisa lebih menghemat waktu, dan gak pusing karena harus bolak balik cek hotel dan pesawat untuk penyesuaian ini dan itu. Eh tapi harganya? Setelah di bandingkan ternyata lebih murah loh meski tanpa kode promo apa pun. Ah kalau gue mah meski harganya sama kalau lebih hemat waktu ya mending pilih yang praktis lah #emakMalasRepot kwkwkw. Coba deh temen-temen. Barangkali kita bisa liburan bareng looh kwkwkw #modus.
Abang nanti gue suruh lompat begini berani gak yaaa kwkwkw

Nanti di pulau tidung gue mau ke jembatan cinta sama abang. Gue mau paksa doi lamar ulang di sana biar kayak reality show di tipi kwkwkw...

Tetap Terkoneksi Dengan Internet Selama Di Luar Negeri

08.18.00 1 Comments
“Kamu gak mau umroh?” Tanya Mama Mertua saat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

@Changi Airport

Akhir tahun kemarin gue yang kebetulan masih stay di Jakarta beberapa hari lalu ikut mengantar bapak mertua dan keponakan yang akan berangkat Umroh. Sampai di Terminal 3 gue sempet ngobrol sama mama mertua. Mama tanya apakah gue berminat berangkat umroh? Lah di tanya begitu ya jawabannya minat lah hehehe.

Tapi kan yang wajib itu haji. Jadi bagi gue kalau mau umroh yang harus haji dulu. Kecuali, ada yang bayarin umroh. Siapa yang nolak? Ya gak? Hehehe
Semula Voucher umrohnya memang diperuntukkan untuk bapak dan mama. Tapi kata mama, kan sudah pernah umroh kalau umroh lagi maunya sama-sama sekeluarga besar. Jadi vouchernya di limpahkan ke cucu paling besar. Yang kalau kata Bapak akan jadi Komandan Para Cucu hihihi...

Kalau di pikir-pikir asyik juga kali ya bisa ke tanah suci. Niatan tersebut sudah ada sejak tahun pertama menikah. Gue masih inget waktu itu gue dan suami sepakat untuk menyisihkan sejumlah uang dengan nominal stabil untuk bisa berangkat haji. Setelah 2,5 tahun menabung ternyata ada kewajiban yang harus lebih dulu kami tunaikan. Yaitu HUTANG!

Mengantar Eyang :)

Ya HUTANG harus dilunasi dulu, jangan sampai mati membawa hutang. Atau malah memaksakan berangkat haji dengan berhutang (*kalau ada yang merasa gue hutangin dan belum bayar hubungin gue segera ya). 2,5 tahun menabung sebetulnya kami sudah bisa menabung untuk 1 orang. Tapi gue dan suami memilih menyicil pelunasan rumah KPR dulu.

Di bandara gue sempat bertanya sama Bapak mau di bawain tongsis gak buat foto-foto kwkwkw. Tapi jelas di tolak, katanya mau ibadah atau mau foto-foto hahaha. Iya sih, lagian di arab katanya sudah ada peraturan di larang selpih-selpih.

Pertanyaan gue yang lain ke bapak adalah gimana dengan koneksi telpon selularnya? Apakah providernya sudah di daftarkan? Jadi bisa tetap mengubungi keluarga.

Katanya sih sudah semua. Malah keponakan sudah isi paket full kuota untuk tetap terkoneksi selama di Tanah Suci. Tapi tadaaaaaa... ternyata Zonk. Sampai sana providernya eror. Saat melakukan konfirmasi katanya akan segera di perbaiki dalam beberapa hari. Lah keburu pulang kaaaan...


Seberapa Penting Koneksi Internet Selama Umroh/Haji?

Kalau buat gue yang hari-hari dan kerjaannya ada hubungannya dengan internet terus, pastinya internet itu PENTING! Apalagi liburan, supaya bisa eksis kwkwkw. Eh tapi kalau lagi ibadah ke tanah suci, sebaiknya di hindari sih terlalu “eksis”. Khawatir mengarah ke riya, atau malah sibuk sosmed-an bukannya ibadah.
Cita-cita tertinggi... (sumber: pixbay)

Abang juga pernah bilang sih, ‘abang pengen kalau ke tanah suci nanti kita bener-bener bisa fokus ibadah. Trus gak perlu juga tuh foto-foto di tanah suci di upload ke sosial media. Ehm... Anu... tergantung kebutuhan ya Bang kwkwkwkw...

Zaman now provider-provider Indonesia sudah punya semacam “jaringan” sendiri di luar negeri. Jadi gak perlu lagi repot-repot ganti kartu saat kita melakukan perjalanan ke luar negeri. Tapi jelas harganya beda ya sama tarif lokal kwkwkwkw.

Eh tapi katanya sih selain ngurus pengaktifan provider untuk di gunakan di luar negeri, zaman now rasanya sudah ada semacam Rental Wifi keluar negeri.

Gimana Cara Terkoneksi Dengan Internet Selama di Luar Negeri?

Waktu gue ke Singapore  bisa dibilang gue puasa sosial media kwkwkw. Eh tapi itu juga udah lama sih tahun 2014. Smartphone gue juga masih yang biasa ajah. Sosial media juga baru facebook yang eksis buat gue. Tapi beberapa teman ternyata tetap eksis dengan cara membeli nomor lokal begitu sampai di apartemen. Oh iya waktu itu gue tinggal di apartement yang bawahnya mall. Jadi begitu sampai beberapa teman langsung belanja.

Ini bukan foto Sosialita habis belanja, tapi ini foto bawang merah yang bawain belanjaan bawang putih kwkwkw
Nah kalau cara gue sih waktu itu memanfaatkan wifi lokal (traveler medit kwkwkw).  Tapi geser dikit lokasinya wifi ilang dan butuh penyesuaian. Dan gue karena gak mau ribet udah lah ya. Nah ternyata ini juga yang di lakukan sama Bapak Mertua saat umroh kemarin. Memanfaatkan wifi hotel. Jadi baru update kabar ke keluarga setiap kembali ke hotel.

Yang terbaru saat ini agar bisa terkoneksi dengan internet saat berada di luar negeri adalah dengan sewa modem wifi. Ini baru tahu sih, dan mungkin belum lama ada. Kalau sewa modem wifi ke luar negeri mungkin bisa patungan sama temen. Jadinya biar lebih murah (kwkwkw bener-bener otak ekonomis). Tapi kapan ya... bisa jelong-jelong ke luar negeri lagi. Eh tapi negara yang mau gue kunjungi dengan biaya sendiri ya Arab Saudi. Itupun untuk haji.

Dulu ke Singapore ajah karena di bayarin kantor kwkwkw. Kalau haji sudah, baru deh gue mau ke negara lainnya pakai uang sendiri. Bukan pelit, tapi gue malu sama Allah. Kalau ke negara orang buat jalan-jalan bisa, masa keinginan ibadah ke tanah suci harus kalah sama keinginan traveling.


Selasa, 16 Januari 2018

Mengatasi Tanda Cinta Saat Hamil: Stretch Mark

08.38.00 3 Comments

Hamil Gazaro 39week 
Hey kamu... iya kamuuuu... kamu yang meresahkan tapi tak terlihat. Sekarang gue bener-bener resah karena jeng...jeng...

Eh yang lagi gue omongin bukan hantu yaaaa... Tapi dia adalah sisa-sisa perjuangan membawa kantong doraemon berisi Umaro dan Gazaro kwkwkw. Yaitu stretch mark. 

Oke gue ini bisa dibilang cueeeek banget dan gak telaten. Pakai skin care biasanya satu dua kali pakai ajah. Itu pun biasanya cuma wajah, alias bagian yang terlihat. Punya handbody sekali pakai, besoknya lupa. Punya sun screen sekali pakai besoknya lupa kwkwkw.

Tapi saat kemarin gue stayfacation di sebuah hotel, lepas mandi dan bercermin gue baru merasakan oke kali ini gue terganggu. Setelah melahirkan anak kedua, ternyata si stretch mark tambah kentara dan bahkan ada beberana flek hitam hiks. Ini waktunya gue "butuh pertolongan".


Apa itu Stretch Mark

Secara praktis gue jelaskan stretch mark adalah guratan-guratan pada kulit. Stretch Mark terjadi karena tubuh mengalami perkembangan secara drastis. Saat terjadi peningkatan secara drastis, lapisan tengah kulit (dermis) akan menipis sehingga lapisan di bawahnya muncul ke permukaan. Kondisi inilah yang disebut stretch mark. Kondisi ini paling sering di alami oleh ibu hamil.

Apakah bisa hilang? Kalau hilang sepenuhnya katanya sih gak juga. Tapi menyamarkan bisa. Dan saat terbaik untuk mencegahkan adalah saat proses kulit masih awal, atau saat warna guratannya masih berwarna merah muda atau ungu. Caranya bisa dengan kamuflase kosmetik, pemakaian cream, atau bisa juga dengan laser.

Oke gue pilih dengan pemakaian cream ajah deh ya. Soalnya kamuflase kosmetik itu hanya untuk menutupi bukan mengatasi. Kalau laser, selain dengernya udah ngeri pasti mahal kwkwkw #emakIrit


Mooimom Stretch Mark Cream

Seneng banget pas paket datang

Setelah galau pilah pilih produk cream, akhirnya gue putuskan mencoba Mooimom Stretch Mark Cream. Kenapa? Karena sebelumnya gue udah pernah nyoba produk-produk mooimom lainnya. Dan kualitasnya memang gak bohong. Jadi untuk kali ini oke gue coba.


Kesan pertama gue saat si kotak putih datang gue suka banget, karena di dalam kotak putih ada botol berwarna hijau Tosca yang cantik banget. Jarang gue nemuin skin care dengan botol warna ini. Cantik!

cantik botolnya atau cantik yang pegang botol? #eh

Oh iya produk-produk Mooimom gue beli Online langsung dari webnya. Karena offline store nya belum ada di Banjarmasin. Beberapa waktu lalu gue juga sempet beli promo bra menyusuinya. Karena emang enak banget pas promo gue langsung todong abang buat minta beliin kwkwkw. Atau teman-teman bisa cek di website mooimom, fanpages Mooimom, dan Instagram Mooimom.

Oke balik ke stretch mark cream nya Mooimom ya. Cream nya ini cepat meresap saat digunakan. Jadi gak lengket dan cepat merata saat di oleskan. Botolnya ukuran 30ml, jadi praktis banget di bawa-bawa.

Mooimom stretch mark cream ini mengandung Ekstrak Edelweiss, Crotong Lechleri extract, Minyak biji Kakao Maroko, dan Soluble Collagen essensce. Semua bahan tersebut merupakan bahan-bahan terbaik untuk masalah kulit khususnya stercth mark. Satu lagi yang gue suka adalah tanpa alkohol. Jadi aman untuk kulit.
Gampang banget ngeluarin dari botol gak belepotan

Waktu terbaik memakai cream ini adalah saat hamil trimester akhir. Dengan menanganan awal yang baik maka akan semakin baik hasilnya. Pemakaian pasca melahirkan juga bisa sih. Tapi karena sudah memutih bekas stretch mark nya biasanya akan lebih lama. 

Oh iya yang mau beli cream ini bisa klik di sini. Kalau mampir ke website nya jangan lupa jajan bra menyusuinya hehehe. Bagi gue bra nya emang juara banget. Kemarin paket Mooimom Strech Mark Cream ini datang bersama satu lagi koleksi Seamless Maternity & Nursing Bra.


item favorit, mau nambah lagi aaaah

Bra menyusui yang nyaman banget di pakainya. Rasanya kayak gak pakai bra tapi Payudara tetap tertopang dengan baik. Proses menyusui juga jadi lebih mudah dan nyaman.

Jumat, 12 Januari 2018

Supaya Tempat Makan Anak Tidak Tertukar di Sekolah

13.52.00 16 Comments

Hallo emak-emak pecinta Tupper**re, yang kalau tempat makan atau minumnya di ilangin sama anak di sekolah bisa ngomel 8 oktav bak witney Houston ayo Cung! *LOL

Entah kenapa ya wadah makan yang satu ini bisa merubah perilaku emak-emak yang khatam ilmu parenting tiba-tiba lupa semuanya kalau Tupy nya ilang. Keluarlah semua tanduk dan emosi yang berhasil di pendam cuma karena si anak bilang "Ma, tempat makan aku hilang." atau "Ma tempat makanku tertukar dengan tempat makan Singa Bintang".

Oh iya gue pernah berada di posisi si anak loh. Dan setelah menikah gue pernah berada di posisi si emak. Saat suami pulang sambil bilang "Bun, botol minum abang ketinggalan deh kayaknya di warung gorengan pas sepedahan". Maka pencitraan sebagai isteri yang semula jinak-jinak merpati, berubah jadi macan ganas. "Cari sampai ketemu! Kalau gak ketemu gantiin sama Tupy dining set lengkap!" Mantap kan, kehilangan botol seharga 35k bisa minta ganti dengan satu set perlengkapan makan seharga 500k kwkwkwkw

Dan beberapa waktu lalu saat si abang bawa tempat minum baru ke kantor, doi laporan "kayaknya tempat minum ayahro ini sama kayak si A". Oow... Walaupun sama, tetep ajah gue gak mau terjadi pertukaran antar botol minum. Oke mari kita siasati. Caranya?


Beri tanda khusus

Pernah kan nonton sinetron tentang anak yang hilang. Trus saat dewasa si emak nyebutin "Kalau kamu punya tompel di pa**at berarti kamu anakku". Trus bener dan mereka bertemu deh.


Nah kalau kejadian sama Tupy kita, "Kalau ada sidik jari gue, berarti itu punya gue." lah repot amat yak pakai periksa sidik jari. Lagian pasti ilang dan berganti sidik jari kalau udah di cuci keleus. Apalagi minta tes DNA dari bekas iler di tutupnya, kwkwkw JANGAN. Atau "Kalau ada bekas meleleh di bawahnya itu punya gue" lah sayang amat di bakar demi ada tanda.

Tanda khususnya bisa berupa pemberian nama. Tapi sayang juga ya kalau tempat makan mahal di corat coret. Oke yang kekinian adalah pakai label nama. Sekarang sih udah banyak label yang di jual tinggal di tulisin nama anak jadi gak ketuker. Tapi untuk gue yang anti tulis tangan (asli gue gak pernah pede kalau di suruh nulis tangan karena tulisan jelek parah), No Thank's.

Gue pengen label nama yang eksklusif, trus pengen desain sendiri. Karena kalau ke percetakan tukang desainnya kadang suka naik pitam meladeni keinginan ibu-ibu yang suka labil dan ujung-ujungnya minta murah kwkwkw

Printer Label Brother

Beberapa waktu lalu saat masih di Jakarta, gue menghadiri acara product knowladge yang di selenggarakan oleh Brother Indonesia di kawasan kuningan. Kebetulan emang gue lagi pengen cari printer, jadi penasaran mau tahu produknya Brother. Dulu waktu masih kerja, di kantor pakai printer Brother juga. Seru deh dulu waktu printer wifi belum banyak, Brother udah punya fasilitas ini. Jadi kalau mau ngeprint gak usah gotong-gotong laptop ke ruang sebelah.

Nah kemarin yang coba di tawarkan oleh Brother adalah inovasi terbaru, yaitu PP-TOUCH PT-E550W.


Produk P-Touch PT-E550W ini dapat mencetak label berlaminasi sampai dengan ukuran paling besar dengan lebar 24mm. 1 roll label sendiri mempunyai panjang hingga 8m. Selain lebar 24mm, ukuran label lainnya yang juga tersedia antara lain adalah 6mm, 9mm, 12mm, dan 18mm. Tentu saja PT-E550W dapat dipergunakan untuk mencetak di semua jenis ukuran label yang ada tersebut. PT-E550W bisa dikatakan sebagai salah satu tipe P-Touch yang sangat fleksibel. 

Dilengkapi dengan teknologi pintar, keyboard QWERTY, serta koneksi WiFi
dan USB, PT-E550W dapat digunakan secara langsung ataupun terkoneksi dengan PC untuk mencetak label untuk berbagai macam keperluan industri, seperti penandaan kabel, serat, kawat, dan masih banyak lagi. Fitur built-in auto cutter sangat memudakan pengguna dalam memproduksi label yang bisa terpotong secara otomatis. Pengguna juga dapat mencetak label sesuai dengan panjang yang diinginkan. Printer label genggam ini pun mempunyai kemampuan untuk mencetak barcode dengan berbagai tipe termasuk jenis QR code jika sudah tekoneksi dengan PC.

Nah di acara kemarin, gue bersama beberapa temen-temen blogger langsung iseng nyoba nih. Awalnya agak bingung cara pakainya karena belum biasa. Apalagi emak-emak ye, tapi setelah sekali di ajarin ternyata cara pakainya gampaaaaang. Gue sendiri langsung coba juga dan bisa.

Selain buat memberi label nama, bisa juga loh buat bikin label wadah makanan biar gak ketuker garam sama micin hehehe. Atau bisa untuk memberi label tanggal masuk botol ASIP. Praktis banget deh.

Nah gampang ya ternyata sekarang mengantisipasi agar Temapt Makan "Mahal" kita gak ilang hehehe...

Rabu, 03 Januari 2018

Ketika Tidak Bisa Menahan Pipis

11.42.00 0 Comments


Gue mendapatkan kabar mengejutkan tentang salah satu ‘budaya’ di jepang. Katanya orang jepang usia produktif dan aktif justru suka memakai popok dewasa untuk kesehariannya. What?!

Oke gue belum benar-benar bisa kroscek kabarnya sih. Yuk yang bisa kasih data valid boleh kasih tau gue di komen ya...

Jadi beberapa waktu lalau gue berkesempatan hadir di acara talkshow sekaligus penganugerahan rekor MURI atas 10.000 testimoni terbanyak dengan tagline “Untuk Yang Terkasih” di Balai Kartini Jakarta kepada Confidence, popok untuk dewasa. Acara yang di hadiri oleh ratusan peserta yang kebanyakan adalah eyang oma dan eyang opa ini juga menghadirkan dr. Firtantyo Adi Syahputra, Sp. U dari KlikDokter.com, Dewi Yull bersama putranya Surya, dan Nirma Sofiawati selaku Head of Marketing Adult Care PT. Softex Indonesia.

Penyerahan Penghargaan dari yayasan Muri untuk Confidence atas rekor 10.000 Testimoni

Nah pemaparan tantang penggunaan popok dewasa di usia produktif tadi di sampaikan oleh Nirma Sofiawati.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Firtantyo Adi Syahputra, Sp. U menjelaskan fakta yang lain, yaitu tentang keadaan dimana seseorang bisa bolak-balik pipis hingga lebih 8 kali yang di sebut dengan Inkontinensia Urin. Gue sendiri baru denger istilah tersebut. Tapi sekarang gue jadi punya jawaban medis tentang yang di alami oleh orang-orang di sekitar gue terkait buang air kecil (BAK) ini.

Mengenal lebih jauh tentang Inkontinensia Urin

Para narasumber dalam satu panggung

Menurut dr. Firtantyo, inkontinensia Urin dialami oleh 200 juta penderita di dunia. Penyakit ini bisa terjadi pada anak, dewasa juga pada lanjut usia pria maupun wanita. Tapi biasanya sih kaum wanita paling sering mengeluhkan hal ini.

Keluhan masalah urin ada beberapa:

  1. Straining: mengedan
  2. Intermitensi : BAK hanya menetes atau terputus-putus
  3. Hesitensi : menunggu lama saat BAK
  4. Inkontinensia : mengompol
Nah kalau ada gejala seperti di bawah ini, waspada karena itu ciri-ciri inkontinensia:
  1. Urgensi : tergesa-gesa pengen cepet-cepet BAK
  2. Frekuensi : Sering BAK lebih dari 8 kali sehari
  3. Nokturia : BAK pada malam hari lebih dari 1 kali
Nah untuk penyebabnya ternyata macam-macam loh. Bisa karena usia (lansia semakin berpotensi), pernah melakukan operasi, batuk-batuk lama, aktivitas fisik seperti jogging atau berenang, infeksi saluran kemih (ISK), masalah di syaraf, atau kencing manis.

Waktu mengikuti senam hamil pada masa kehamilan Gazaro, gue pernah di ajarkan senam kegel. Saat di tanya fungsinya apa, katanya untuk melatih agar pasca melahirkan bisa ‘menahan’ pipis. Karena katanya setelah melahirkan biasanya wanita punya kesulitan menahan pipis. Jadi begitu ada keinginan bisa langsung byuuuur... kan ngeri kalau itu terjadi di tempat umum yak hehehe

Emak gue sendiri keluhannya adalah saat sedang batuk atau flu. Jadi kalau udah batuk, emak selalu pakai pembalut. Jadi walaupun sudah menopouse emak masih sedia pembalut.

Nah udah pasti kondisi kayak gini gak nyaman donk ya...

What? Pakai Popok Dewasa?

Sama GazaRo menghadiri Event 

Kalau di tanya pernah pakai popok apa gak di usia dewasa, gue mau jawab PERNAH. Kapan? Sesaat setelah melahirkan anak pertama dan kedua. Jadi setelah selesai urusan jahit menjahit bu dokter, para asisten dengan sigap memakaikan gue celana popok sekali pakai. Lah emangnya ada? Bukannya popok sekali pakai Cuma ada buat bayi dan paling gede untuk toddler?

Ternyata ada cyiiiin dan gue udah pernah nyoba. Rasanya gimana? Ternyata aneh hahaha...

Anehnya lebih karena merasa gak biasa sih. Tapi ternyata pakai popok dewasa untuk gue pada saat itu yang belum boleh ngapa-ngapain sampai 6 jam kedepan pasca lahiran amat sangat membantu. Mau BAK tinggal syuuuur hahahaha. Belum lagi gelombang semprotan darah nifas juga masih dalam volume banyak dan sering. Kalau gue pakai pembalut biasa, jelas harus bolak balik ganti.

Dan dengan pakai popok sekali pakai, gue jadi tahu perasaan anak. Jadi... kalau udah penuh pasti gak nyaman donk. Emak gak boleh malas! Harus cepet-cepet ganti mak! Kwkwkw

Nah gue gak paham sih merk apa yang di pakai saat lahiran dulu. Tapi pas di both bazar popok Confidence gue sempat meraba-raba contoh produk yang di pajang. Bahannya lembut banget dan ringan banget. Selain perekat ada juga yang tipe celana. Nah yang tipe celana ini cocok buat yang aktif. Kalau yang perekat biasanya buat yang sedang sakit. Sesuai kebutuhan masing-masing lah.

Di acara kemarin gue juga sempat mendapatkan sample, dan sengaja gue tinggal di Jakarta. Barangkali Emak perlu. Karena emak selalu ngeluh kalau lagi batuk-batuk suka gak sengaja pipis di celana.

Kalau biasanya ortu mikir yang terbaik buat anak dengan memilihkan popok sekali pakai yang terbaik, mungkin ketika orangtua sudah sepuh gantian kita yang memilihkan popok sekali pakai yang nyaman untuk orangtua. Seperti tagline Confidence “Untuk Orangtua Berikan Yang Terbaik Donk”

Minggu, 24 Desember 2017

Seminar Indonesia Poverty Outlook: Pembangunan Infrastruktur Untuk Si Miskin

20.06.00 0 Comments

GazaRo Selalu Membersamai BundaRo hehehe

Entah kenapa kehadiran Gue di Jakarta kali ini sangat berfaedah hehehe. Biasanya pulang kampung kota jadi ajang gue bernostalgia dengan teman, atau dengan kuliner yang dirindu (kan makanan lagi kan hahaha). Tapi selain memenuhi undangan dari staf kepresidenan di Kantor Sekretariat Negara, gue juga mencoba mengikuti beberapa undangan event sebagai Blogger. Kapan lagi coba ya, di Banjarmasin event yang melibatkan blogger masih sedeikit cyiiiin...

Baca Juga : Dari Banjarmasin Ke Jakarta Cuma Untuk Gosipin Presiden



Nah selain "perjalanan dinas" beberapa event yang gue ikuti adalah Seminar Indonesia Poverty Outlook: Pembangunan Infrastruktur Untuk Si Miskin. Ehm... untuk gue sebetulnya seminar ini cukup berat tapi bermanfaat. Yups setelah meninggalkan bangku kuliah seminar-seminar macam ini hampir gak pernah masuk wish list Bundaro. Maklum udah emak-emak, concern gue lebih ke seminar parenting, ASI dan segala hal tentang anak-anak. Tapi seminar kali ini menarik untuk di ikuti, jadi kita bisa membuka wawasan tentang "dapur orang" bukan hanya sibuk memperhatikan "dapur sendiri".


Bertempat di Museum Kebangkitan Nasional, Kamis 21 Desember 2017 Dompet Dhuafa menyelenggarakan Seminar ini dengan beberapa narasumber, diantaranya:
  1. Dr. Ir. Rachmat Mardianan, Mars, Direktur Energi Telekomunikasi dan Informatika Kementrian PPN/Bappenas
  2. Prof. Ahmad Erina Yustika, Direktur Jendral Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementrian Desa
  3. Marsudi Nur Wahid, Pimpinan Redaksi Jawa Pos
  4. Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS
  5. Eki Sinaryanto, Perwakilan Redaktur Pelaksana Republika
Gue rasa pertemuan gue dengan staf kepresidenan seperti ada benang merahnya dengan seminar yang gue ikuti kali ini. Di pemerintahan Presiden Jokowi saat ini pembangunan Infrastruktur seperti menjadi prioritas. Ternyata ini semua ada tujuannya. Seperti yang disampaikan oleh para narasumber, bahwa pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan oleh masyarakat miskin di Indonesia terutama untuk membuka akses.
 
Para Blogger Berfoto Bersama dengan Para Narasumber

Dengan infrastruktur yang baik, maka masyarakat pedalaman dapat dengan mudah mendistribusikan logistik dan hasil olahan mereka, sehingga masyarakat pedalaman dapat lebih berdaya.

Dampak ekonomi tahap konstruksi pembangunan infrastruktur :
  • Tahun 2017 investasi Rp 126,8 trilliun, nilai tambah yang dihasilkan Rp 146,9 trilliun dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 1,06%.
  • Tahun 2018 investasi Rp 157,8 trilliun, nilai tambah yang dihasilkan Rp 186,4 trilliun dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 1,28 %.
Dampak ekonomi tahap operasional pembangunan infrastruktur :
  • Tahun 2017 investasi 49,3 trilliun, nilai tambah yang dihasilkan Rp 52,2 trilliun dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 0,38 %.
  • Tahun 2018 investasi Rp 92,3 trilliun, nilai tambahn yang dihasilkan Rp 94,8 trilliun dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 0,65 %.
Pernah gue mendengar di televisi tentang motivasi seseorang menjadi "relawan". Jawaban dia adalah karena selain memberikan sumbangsih langsung, dia merasa pemerintah perlu dibantu. Mungkin itu juga yang menjadi salah satu alasan Dompet Dhuafa.
Dapat Oleh-Oleh Produk UKM binaan Dompet Dhuafa. Voucernya belum kepakai buat belanja di Minirmarket DD yang banyak menjual produk UKM. Masih ada sekotak Buah Naga, tapi tinggal kotaknya isinya lupa kefoto hehehe

Secara pribadi gue pernah bergabung dengan Dompet Dhuafa sebagai Fundrising. Sumber pendanaan Dompet Dhuafa memang kebanyakan diserap dari Zakat, Infak dan Sedekah Umat Islam. Lembaga-lembaga sosial seperti Dompet Dhuafa bukan sekedar menyemarakan pembangunan di Indonesia, tapi bentuk rill dari aksi nyata untuk Indonesia. Dompet Dhuafa sebagai organisasi nirlaba memberikan alternatif pemanfaatan ZIS lewat program produktif dan Inovatif.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Bapak Drg. Imam Rulyawan. Dompet Dhuafa memiliki banyak program terintegrasi di wilayah pedesaan yang dinamakan dengan klaster mandiri. Memberdayakan masyarakat dari program kesehatan, pendidikan, agama, dan ekonomi.

Semoga semakin banyak masyarakat kreatif ikut sumbangsih dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?

Kamis, 21 Desember 2017

Bayam Kuah Santan (Bobor Santan) #AlaBundaro

10.08.00 0 Comments
Belakangan hasrat memasak gue memudar. Sebab apa? Sebab gue merasa kelelahan dan kemalasan, oke fix alasan sesungguhnya karena gue malas hehehe. Tapi apa daya, emak kudu masak. Kenapa? Karena jajan terus kantong bisa jebol kwkwkw

Untuk satu kali jajan minimal gue merogoh kantong 20k untuk satu orang. Kalau sehari 3x makan untuk dua orang jadilah 120k satu hari. Padahal dengan uang segitu gue bisa buat nyetok isi kulkas seminggu. Tapi gimana ya kalau udah males maaaah....

Oke Bundaro harus tetap realistis. Dapur harus ngepul, peruta harus terisi, dan stabilitas ekonomi rumah tangga harus tetap terjaga. Jadi mari kita masak lagi, dan kita pilih menu yang simpeeeeeeel pake banget. hehehe

Kalau kata orangtua jaman old, kalau lagi menyusui jangan lupa makan sayur. Yang di rekomendasikan adalah Bayam dan Katuk. Okeh di Banjarmasin cari Katuk bagi gue susah, entah apa karena gue kurang usaha juga yak hahaha. Soalnya gue "kurang percaya" dengan istilah makanan sebagai ASI Booster. Bayam bagus karena gizinya. Tapi kalau tiap hari busui di jejelin bayam kan bosan juga. Dan busui yang kehilangan mood sangat berbahaya buat kuantitas ASI-nya.

Gue termasuk sering masak Bayam di Rumah. Karena emang selain Paman Sayur selalu bawa itu, bayam mudah di masak, bumbunya simple, dan cukup familiar. Soalnya kalau gue masak aneh-aneh si Abang gak selera makan. Tapi sejujurnya gue bosan juga makan bayam terus. Aha! Mari kita buat bayam ini lebih istimewa. Kita buat Bobor Santan.

Aslinya gue tahunya ini Sayur Bayam Khas Bogor, tapi pas upload ke Facebook kata temen-temen namanya adalah Bobor Santan. Nah ini dia resep simpel ala Bundaro.

Bahan:
  1. Sayur bayam 3 ikat
  2. Wortel
  3. Bawang Merah
  4. Bawang Putih
  5. Cabe Merah
  6. Kencur
  7. Kunci (yang ini gue skip karena gue gak pernah nemu ini di Banjarmasin)
  8. Sasa Santan Kelapa
  9. Garam dan gula putih secukupnya
  10. Penyedap rasa (kalau gue skip) 

Cara membuat:
  1. Cuci sayur kemudian potes-potes (kwkwkw bahasa apa ini). Wortel yang sudah di cuci juga sekalian di kupas dan di potong-potong ya.
  2. Iris cabe dan bawang merah. Untuk Bawang putih, kencur dan kunci cukup di geprek ajah. Supaya aroma dan rasanya lebih keluar
  3. Rebus air bersama para bumbu sampai mendidih, kemudian masukkan  wortel. Masak sampai setengah matang.
  4. Masukkan bayam, aduk rata. Setelah agak layu tambahkan gula dan garam sedikit saja. Terakhir masukan Sasa Santan Kelapa, koreksi rasa. Dan violaaaa selesai deh hehehe
Sebetulnya awal masak bobor ini berawal dari ketidak sengajaan kwkwkw. Pas lagi masak, tiba-tiba gue merenung. Gue bosen makan bayam gini-gini ajah. Trus gue inget punya stok Sasa Santan kelapa sisa bikin opor ayam. Dan tanpa pikir panjang langsung gue cemplungin ajah gitu hahaha (Emak Labil).

Bobor Santan #AlaBundaro, makannya pakai Cumi hitam tambah maknyuuuus...


Untung kan ada santan yang praktis gini. Coba kalau gue tiba-tiba punya ide, tapi santannya harus pakai proses peras memeras dulu. Hayati lelah hahaha. Karena tentu harus balik ke pasar cari kelapa segar. Dan gak akan bisa di simpan lama buat "Nyetok". Jadi udah paling bener deh nyetok Sasa Santan, aslinya santan.

Kemasannya juga mungil. Jadi buat masak sedikit gak ada sisa. Karena santan kalau sudah kebuka kan harus segera di masak, atau nanti jadi rusak dan harus dibuang. Kan mubazir.