Uhuk...Uhuk... eh gue bukan lagi nyindir siapa-siapa. Ini
beneran lagi batuk. Ramadhan sudah berlalu, kudunya mah orang puasa mah tambah
sehat ini gue sekeluarga malah sakit. Klo puasanya bener mah yah tambah sehat
dijamin. Lah klo puasanya bukanya pake es, trus makan sesuai ingin tanpa
perhatian sama gizi, di tambah es dan kadang suka jajan yang mana gak tau deh
itu gulanya asli apa gak, minyaknya bagus apa gak, es nya pake air mateng apa
gak dsb. Ditambah idul fitri juga wara-wiri kesana kemari akhirnya kecapekan
dan daya tahan tubuh menurun deh. Alhasil uhuk...uhuk...
Senin, 18 Juli 2016
Kamis, 14 Juli 2016
Cuma Tahu Pasar Apung di Banjarmasin? Rugi! Coba Juga Wisata Budaya Satu Ini.
De Pita
23.00.00
0 Comments
![]() |
| Foto tahun lalu, masih belum bawa gendongan hahaha... |
Gak berasa udah setahun lebih tinggal di Banjarmasin. Hampir
semua tempat wisata di kota seribu sungai ini sudah dijelajahi. Tapi dari dulu
sebuah bangunan di Siring Sungai Martapura bikin gue penasaran. Bangunannya
berupa rumah panggung besar yang terbuat dari kayu Ulin. Rumah itu selalu
tertutup tapi ada tulisan “Ruma Anno 1925”.
![]() |
| Sasirangan alias Batik nya orang Banjar |
Nah setelah setahun lebih penasaran, akhirnya beberapa waktu
lalu rasa penasaran itu tuntas sudah terjawab. Ternyata bangunan tersebut
dijadikan semacam ruang pameran. Kalau dari baligho di jalan-jalan sih itu
pusat pameran UKM kota Banjarmasin. Jadi bayangan gue di dalamnya ada beberapa
stand pedagang jadi bisa belanja-belanja (dasar emak-emak), tapi ternyata gak
seperti bayangan.
![]() |
| peta destinasi wisata kota Banjarmasin |
Bangunan yang terdiri dari dua lantai ini sarat akan budaya
Banjarmasin. Di dalamnya ada pameran pakaian adat Banjarmasin, pameran berbagai
produk dari sasirangan (batik khas Banjarmasin), Pakaian Nanang Galuh (Abang
Nonenya Banjarmasin), ada panggung, spot berfoto, dan foto-foto Banjarmasin dari
masa ke masa.
Kamis, 07 Juli 2016
Hikmah Tahnik | Karena Tahnik Apakah Masih Bisa Dikatakan ASI Eksklusif?
De Pita
23.00.00
1 Comments
![]() |
| Umaro sedang di Tahnik Ayahnya di Rumah Sakit (lupa hari keberapa, kayaknya sih hari ke 3) |
Akhirnya Emaknya Umaro #NulisLagi. Minggu lalu sempet bolos
karena satu dan lain hal. Dan kali ini curhat Emaknya Umaro adalah mengenai
Tahnik.
Beberapa waktu lalu ada teman yang sedang menjelang
persalinan, banyak tanya ini itu seputar pengalaman gue. Nah salah satu yang
bikin dia bertanya-tanya adalah Tahnik. “Apaan tuh pit Tahnik?”
Simplenya sih gue jawab ajah itu sunnah Rasul, yaitu dengan
memberikan kunyahan kurma kepada bayi yang baru lahir. Nah terus muncul
pertanyaan berikutnya, "emang Umaro gak ASI eksklusif? Kok di kasih kurma??"
Sebetulnya info seputar tahnik ini sudah Emaknya Umaro
dapatkan sejak dulu. Tapi menjelang persalinan barulah gue sibuk
bongkar-bongkar Buku Fiqih Sunah untuk Wanita karya Abu Malik Kamal Bin Sayyid
Salim terbitan Al I’tishom, di dalamnya lengkap panduan wanita dari single
sampai jadi mom.
Abu Musa ra. Menyatakan, “Ketika putraku lahir, aku
membawanya kepada Nabi saw. Beliau memberinya nama Ibrahim, lalu mentahniknya
dengan sebuah kurma. Beliau juga mendoakannya agar memperoleh berkah, lalu
menyerahkannya kembali kepadaku.” Anak tersebut merupakan anak pertama Abu
Musa. Diriwayatkan oleh Bukhari, No. 5467 dan Muslim, no. 2145.
Cara melakukan tahnik ini adalah dengan mengunyah sebutir
kurma, kemudian air/sari nya dioleskan pada bibir bagian dalam bayi. Ada teman
yang mengatakan, agar lebih afdol sebaiknya yang melakukan Tahnik adalah orang
soleh. Tapi untuk keamanan,
Kamis, 23 Juni 2016
![]() |
| Maknyuuuuus |
Dari dulu emang kepengen banget nyoba bikin si ayam seksi ini.
Tapi mikir-mikir kayaknya ribet, udah gitu gede binggo siapa yang mau makan
kalau Cuma berdua? Secara Umaro kan belum bisa icip-icip. Tapi akhirnya
kesampaian juga bikin pas ngadain buka bersama dirumah sama sahabatnya suami
sekeluarga.
Setelah eksekusi, ternyata boooo emang dasarnya makanan orang
sonoh (barat) itu simple bin gampil (halah bahasanya). Jadi gak usah mikir itu
rempong masaknya apalagi punya baby yang mulai banyak melek dan ngajak main
kayak Umaro. Udah gituuuu, bumbunya boooo. Iya bumbunyaaaaaa simpeeeeeel. Serius
gak usah uleg-uleg, trus pergi ke barat mencari sebelas bumbu rahasia. Cuma
butuh 3 bumbu dasar + 1 Bumbu rahasia.
3 bumbu dasar itu antaranya
Rabu, 22 Juni 2016
Sejak beberapa tahun lalu saya memang dibuat gundah lantaran
kecolongan beli buku anak yang saya kira bagus dan informatif nyatanya malah
diam-diam terselip pesan LGBT (Lesbian, Gay, Bioseksual, Transgender). Saya dan
mungkin sebagian besar orangtua diluar sana mungkin bukannya tidak peduli, tapi
seringkali kami kecolongan karena embel-embel “buku anak” sehingga membeli
tanpa lebih dulu membacanya.
Ya iyalah, kadang anak keburu meminta di tempat dan gak
mungkin juga kita melahap buku yang tebal di toko buku baru kemudian membelikannya
untuk anak. Maka itu tercetuslah sebuah ide gerakan berjejaring antar orangtua/kakak/guru
yang peduli dengan bacaan anak.
Membaca itu baik, tapi alangkah sedihnya kalau ternyata
kebaikan itu di manfaatkan oleh opnum tertentu untuk menyebarluaskan faham yang
menjerumuskan. Agar gerakan ini tidak menjadi gerakan penilaian buku secara
subyektif, tentu perlu adanya standart penilian buku itu menjadi buku yang
ramah anak atau tidak khususnya muslim.
Berikut saya jabarkan point penilaian Buku Ramah Anak
Muslim:
- Tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits (sudah jelas sekali)
- Tidak melecehkan golongan tertentu
- Tidak melecehkan suku tertentu
- Tidak mengandung gambar-gambar yang vulgar (Buku yang berkaitan dengan pengajaran anatomi tubuh tidak termasuk di dalamnya. Cukup menjadi catatan bahwa harus dalam pengawasan orangtua)
- Tidak mengajarkan kekerasan (Jika dicontohkan ada anak nakal yang masih wajar, namun kemudian ada hikmah cerita yang bisa diberikan tidak termasuk di dalamnya)
- Tidak mendukung gerakan LGBT
Adapun cara berpartisipasi dalam gerakan ini adalah:
- Menuliskan resensinya di blog pribadi dengan hastag #BukuRamahAnakMuslim kemudian link nya di share melalui email saya dongengkakpita@gmail.com. Nanti akan saya tulis sebuah pembuka untuk menuju blog partisipan sesuai link yang diberikan.
- Jika tidak memiliki Blog, bisa mengirimkan komentar tentang buku beserta ulasan umumnya, kemudian akan saya tulis ulang menjadi resensi sederhana dengan menampilkan partisipan sebagai narasumbernya.
- Penulis tidak bisa merekomendasikan bukunya sendiri.
- Nantinya akan ada gallery Khusus untuk menampilkan buku-buku yang masuk ke dalam kategori Buku Ramah Anak sehingga pengunjung bisa dengan mudah melhat list bukunya.
Mari jadikan gerakan ini menjadi gerakan bersama. Jika ada
kritik dan saran atau kedepannya terdapat buku yang ternyata tidak sesuai
dengan point kelayakan silahkan menghubungi saya untuk di evaluasi. Terima
Kasih...
Senin, 20 Juni 2016
Mesin Jahit Mini Sebagai #SolusiRamadan | Berlebaran Dengan Baju Handmade
De Pita
12.12.00
2 Comments
Dunia ini begitu nyatanya, sampai-sampai gak berani berandai-andai jadi cinderella yang ketemu ibu peri super dan baik hati yang bisa mengabulkan segala permintaan walaupun Cuma setengah hari kwkwkw. Tapi meski bukan di negeri fantasi, dunia nyata telah memberikan kita berbagai macam kemudahan lewat berbagai tekhnologi maupun barang yang berguna dan gak semahal yang kita bayangkan.
Sejak menikah awal tahun 2015 gue ikut suami tinggal di kota
Banjarmasin. Namanya pindah ke tempat yang baru, segala penyesuaian terjadi.
Selain menyesuaikan diri dengan status isteri, menyesuaikan diri dengan kondisi
jauh dari ortu, termasuk menyesuaikan diri dari lingkungan baru.
Waktu masih tinggal di Jakarta segalanya amat mudah
dijangkau, apalagi sudah hapal seluk beluk nya (iyalah 26 tahun jadi penghuni
Jakarta Bo!). Dan disini saking “buta”nya dengan lingkungan, akhirnya kalau mau
nyari apa-apa
Minggu, 19 Juni 2016
![]() |
| Yang Minta Buku Gratisan Siap-Siap Di Terkam kwkwkw :p |
Semalam gue akhirnya berkesempatan baca komik Hai Miiko
nomor 28. Meski dah berbulan-bulan terbit, susyah sekali merayu suami buat “jajan”
komik. Kalau beli buku sih di acc, meski kadang diledek dulu “emang yang
kemaren dah dibaca?” kwkwkw
Nah di komik itu, ada satu cerita yang rasanya nohok hati
gue sebagai pembaca dan penulis (lebih tepatnya punya banyak teman penulis
kwkwkw). Ceritanya si Miiko mau hadiah komik satu set, tapi sama ortunya di
batasi nominalnya. Ternyata ada toko buku baru buka yang menjual buku-buku
bekas.
Sabtu, 18 Juni 2016
![]() |
| Hamil Umaro Trimester Akhir |
Dulu waktu kecil gue suka penasaran liat orang pakai kacamata. Entah
kenapa kesannya keren yak, sampe akhirnya kepingin. Dan akhirnya waktu duduk di
kelas lima keinginan pakai kacamata itu terwujud berkat gaya hidup yang buruk.
Dari masih kecil emang udeh hobi baca buku, dan nonton tv. Apa
yang buruk dari kedua hobi itu? Adalah ketika membaca terlalu dekat apalagi
sambil tiduran, begitupun nonton tv dan akhirnya berujung pada takdir
berkacamata.
Dimulai dari minus setengah tanpa silinder, dan karena kebiasaan
buruk yang tidak berkurang sampai
sekarang(kapokmu kapan?? :p) akhirnya penambahan minus terus bertambah bahkan
dilengkapi dengan silinder yang juga terus nambah.
Saat akhirnya testpack dan dokter menyatakan gue positif hamil, salah
satu yang pengen banget gue usahakan adalah melahirkan secara normal. Ehm, gue
sih gak bilang melahirkan SC (Secio Caesar) itu gak oke loh ya. Gue gak maksud
nyinyirin orang-orang yang melahirkan SC loh ya. Gue gak mau SC semata-mata
karena emang gue itu takut. Gue punya phobia sama jarum suntik dsb. Walau
akhirnya ketika mendekati persalinan dah gak peduli sakitnya infus, jarum
suntik, dan bahkan dengan tegas meminta SC di akhir-akhir karena tidak ada
perkembangan walau akhirnya berhasil normal.
Nah salah satu dokter kandungan yang gue datangi, agak merasa
berat hati ketika gue konsultasi untuk lahiran normal dengan kondisi minus
tinggi. Kata beliau sih ambang batas ibu bisa melahirkan normal dengan mata
minus adalah jika ukuran minusnya 5. Sedangkan gue udeh hampir minus enam baik
kanan dan kiri plus silinder. Katanya ada resiko kebutaan.
Akhirnya dokter kandungan meminta gue mendatangi dokter specialis
mata dan minta rekomendasinya. Dan yang namanya test mata untuk mengukur bola
mata itu yaaaaaaaa... Ampuuun panjang, lama, dan mehong alias mahal huhuhu
*nangis. Udah gitu ada obat yang di tetesin punya efek ngebayang pada mata.
Makanya di tanya dokter sebelumnya ke rumah sakit naik apa, dan sama siapa. Karena
kalau sendiri atau nyetir disuruh pulang lagi.
Dan setelah melewati proses yang panjang, antri-masuk
ruangan-keluar lagi-antri lagi-masuk lagi-keluar lagi-antri lagi- sampai
berkali-kali akhirnya sampailah kepada dokter yang bukannya ngasih hasil
pemeriksaan malah ngajakin ngomong dari hati-ke hati tsaaaah. Dan secara garis
besar intinya adalah:
Kamis, 16 Juni 2016
| Suasana Pasar Wadai Banjarmasin |
Ramenyooooo kisah tentang para pedagang makanan yang dirazia
petgas SATPOL PP karena berjualan di bulan suci Ramadhan. Banyak yang menghujat,
membela, bahkan membuat gerakan donasi untuk di si pedagang. Terus muncul lagi
komentar tandingan yang semula hujat SATPOL PP sekarang gantian hujat yang
bikin gerakan donasi.
Eeeeeh gue bukan mau ikut-ikutan hujat ya. Gue Cuma mau
cerita tentang suasana ramadhan di kota yang punya julukan kota seribu sungai,
Banjarmasin. Satu setangah tahun sudah gue di Banjarmasin ikut suami yang
penempatan dinas disini.
Tahun lalu sempat syock dengan kenyataan “pahit” bahwa setiap
Ramadhan rumah makan di sini HARUS TUTUP. Gak Cuma pedagang kecilnya loh, tapi
juga aneka restoran fast food juga. Baik yang di pinggir jalan maupun yang di
mall. Iya serius yang di mall juga tutup.
Sabtu, 11 Juni 2016
![]() |
| Ilustrasi diambil dari google |
Kali ini Emaknya Umaro mau curhat mengenai proses menuju ASI
Eksklusif. Karena supaya sukses menyusui secara eksklusif agak telat kalau
dipersiapkan kalau baby nya sudah brojol. Yang ada malah panik, baper, and
akhirnya tergoda sufor (Susu Formula).
Sebelumnya gue mau menyampaikan kepada Ayah Umaro, bahwa
“Sayang, aku padamu deh. Bersyukur punya suami yang inisiatifnya besar kayak
kamu...Lup...Lup...”
Kenapa gue bilang begitu? Sebab gue tuh cuek banget dan
lebih tepatnya kadang bingung apa yang harus di pelajari menyambut si Baby.
Kalau emak-emak biasanya sih fokus di perlengkapan baby, apalagi kalau udah
masuk toko baby. Beugh bisa fokus banget gak terusik dengan deheman suami
ngajak udahan belanja kwkwkw.
Ayah Umaro paling gesit cari info seputar merawat baby, info
seputar fakta vs mitos selama hamil, info pentingnya menyusui dsb. Nah info
seputar menyusui secara eksklusif ini berawal dari suami yang jaman bujangnya
“terdoktrin” oleh seorang dokter yang menyatakan bahwa Susu Formula hakikatnya
lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya (yang ini cari sendiri ya infonya
hehehe)
Banyak yang akhirnya bilang “Lo sih enak pit, dari semenjak
hamil ASI nya dah keluar banyak”. Yah namanya ibu dan calon ibu mah ada ajah ya
Bapernya. Dulu waktu hamil dan ASI gak berhenti mengalir gue panik loh. Karena
gue takut banget kalau Umaro lahir ternyata dia gak dapet colostrum. Padahal
itu produksi terbaik dari ASI. Tapi akhirnya kembali tenang karena banyak
masukan dari teman-teman yang berpengalaman.
Insya Allah siapa saja bisa sukses memberikan ASI Eksklusif
asalkan ikhtiarnya maksimal.
Nah apa ajah yang perlu di persiapkan untuk sukses menyusui
sebelum melahirkan? Berikut tips ala emaknya Umaro:
Kamis, 26 Mei 2016
![]() |
| Aku dan #LactacydBaby andalan Bundaku :) |
Kalau punya Baby waspada dengan yang satu ini. Yaitu ruam
popok. Waktu Baby Umaro baru lahir, kulitnya masih mulus euy selama di rumah
sakit. Tapi ternyata beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit, mulai
timbul bintik-bintik merah di sekitar kemaluan. Sebagai Mom Newbie jelas panik
donk. Karena merahnya pake banget, pasti si Baby jadi gak nyaman banget.
Sempet ada teman yang menyarankan susu dan produk
turunannya. Padahal emaknya Umaro suka banget sama susu, keju, roti, cake dll
yang bahan utamanya susu. Kenapa suruh stop produk susu dsb? Karena bisa jadi
kemerahan yang muncul di tubuh baby disebabkan oleh alergi karena makanan yang
di konsumsi ibu. Maklum Umaro kan ASI eksklusif.
Tapi rupanya setelah stop itu semua, ruam tak kunjung
hilang. Tambah bingung donk ya emaknya Umaro. Akhirnya setelah
searching-searching, tanya bidan, dan tanya teman dapatlah berbagai masukan
yang Alhamdulillah membantu banget.
Setelah sebelumnya share list
wajib menyambut baby new born. Nah simak list Optional berikut saat merawat
Baby New Born. Namanya juga Optional, jadi bisa jadi kamu butuh bisa juga
nggak. Jadi disesuaikan dengan kebutuhan ya.
- Bantal menyusui. Seberapa penting punya bantal menyusui ini? Lumayan penting sih buat gue. Bisa ajah sih pakai bantal biasa. Tapi penggunaan bantal khusus menghindari penyebaran kotoran. Misal saat menyusui tau-tau baby “bocor”. Kan kalau gak pakai diapers, otomatis bantal kotor. Dan lagi bantal yang memang didesain khusus ini memberikan kenyamanan yang berbeda dengan bantal biasa. Bentuknya yang menyerupai bantal leher versi besar, mencegah bantal bergeser saat digunakan. Model tertentu bahkan sudah dilengkapi dengan pengikat di belakang dan kantong serbaguna.
- Perlengkapan ASI Perah. Pompa ASI jelas sangat dibutuhkan terutama untuk ibu yang bekerja. Sempet kepikiran ngapain juga gue punya beginian. Wong sehari-hari di rumah ajah. Tapi ternyata awal-awal baby Umaro lebih banyak tidur. NgASI nya belum banyak seperti sekarang. Sedangkan ASI gue melimpah. Hasilnya PD bengkak dan sakit. Belum lagi kadang “bocor” akhirnya bikin badan basah kuyup. Nah pada saat itulah Pompa yang emang udah sedia (boleh lungsuran) ini berguna. Untuk penyimpanan di freezer, bisa menggunakan botol kaca atau plastik penampung khusus ASI. Gue lebih suka pakai plastik. Selain praktis bisa di tulis tanggal pakai spidol permanen, juga bersahabat buat freezer gue yang kecil. Jadi muat banyak. Nah untuk pemberian ASI perah ke Baby Umaro, Abu Umar melarang penggunaan Dot. Kenapa? Hasil searching-searching, DOT bisa membuat baby bingung puting bahkan bisa mempengaruhi produksi ASI. Kalau gak pakai dot, terus ngasihnya pakai apa? Karena Umaro masih new born ASIP nya diberikan pakai
Kamis, 19 Mei 2016
Yuhuuuu... it’s time buat kembali
menulis setelah sekian lama. Riweuh selama hamil dan persiapan kelahiran, dan
sekarang ternyata tetep riweuh karena kehadiran baby Umaro. Tapi alhamdulillah
riweuh yang menyenangkan. Nah, berhubung gue lahiran jauh dari ortu, berbagai
hal diurus sendiri dibantu suami tentunya. Mumpung Baby Umaro lagi tidur, mari
kita bersih-bersih debu laptop dan blog yang ternyata mulai berdebu kwkwkw.
Namanya pengalaman punya anak
pertama, selaku emak-emak rasanya klo ke toko perlengkapan baby semua pengen
dibeli dari A-Z. Tapi biar gak mubadzir, ini dia refrensi beberapa item yang
wajib ada dalam list menyambut kehadiran baby new Born diantaranya:
Kamis, 21 Januari 2016
Sebuah Mimpi Yang Baru...
De Pita
12.04.00
0 Comments
Kalau kata orang
sih ya, gak akan ada asap kalau gak ada apinya. Nah begitu juga dengan hobi,
pasti ada latar belakang orang punya minat tertentu terhadap sesuatu. Kalau
melihat sejarah keluarga, sebetulnya gak ada satupun yang mewarisi hobi
membaca. Emak sama Babeh gak pernah tuh ngasih stimulus tertentu ke
anak-anaknya supaya punya hobi baca buku.
Tapi, waktu
jaman sekolah dulu babeh yang peduli banget sama pendidikan anak-anaknya setiap
tahun ajaran baru selalu ngajak anak-anaknya ke toko buku buat beli buku
pelajaran. Meski keluarga kami sederhana, babeh selalu mengutamakan segala hal
yang menunjang pendidikan anak-anaknya, termasuk menyediakan buku pelajaran
yang tidak disediakan sekolah.
And you know
what? Gue ngerasa jadi anak paling pinter disekolah karena LKS gue selalu
terisi karena adanya buku-buku refrensi yang lebih lengkap daripada LKS atau
buku paket sekolah. Dari situ gue mulai tertarik sama buku.
Ketertarikan gue
sama buku pun berkembang ke buku-buku cerita. Gue selalu gak sabar menanti
datangnya hari kamis. Kenapa kamis? Karena kamis adalah jadwal perpustakaan
sekolah dibuka. Kalau dunia SD gue sekritis sekarang, mungkin akan keluar
argumen “Ngapain bikin perpustakaan sekolah kalau gak dibuka. Perpustakaan Cuma
sebagai hiasan kalau ada kunjungan dari Dinas Pendidikan. Itu Perpus apa
pajangan?” hihihi
Tapi ya nyatanya
meski dibuka hanya seminggu sekali, gak mengurangi antusias gue buat minjem buku-buku
kumpulan cerita rakyat.
Jumat, 28 Agustus 2015
Singapore I’m Coming!!! Apasih?! Ke singapore ajah norak banget, Cuma setempongan dari Indonesia. Hehehe gak papalah ya norak, ini pertama kalinya saya jalan-jalan keluar negeri Bo! Setelah bertahun-tahun lamanya sempet sombong dengan bikin stetment “Ngapain keluar negeri? Indonesia jauh lebih indah”. Tapi ternyata ketika kesempatan itu datang siapa yang rela nolak.
Kebetulan saat itu saya sedang
ada acara Musyawarah Nasional Forum Lingkar Pena di Bali. Untuk pertama kalinya
juga saya menginjakkan kaki di Bali. Ternyata benar, pantas saja banyak turis jatuh
cinta pada Bali, tempatnya benar-benar indah.
Pulang dari Bali, saya iseng
ngerayu atasan di kantor. Ngajak liburan ke Bali di akhir project. Serius
niatnya Cuma bercanda. Tapi ternyata beberapa minggu kemudian ada pengumuman di
Kantor agar semua fasilitator membuat passport karena kita mau di ajak ke
Singapore. Mimpi gak ya Saya?
Ternyata benar, April 2013 kami
berangkat ke Singapore bersama-sama. Kok bukan Bali? Kadang disini saya merasa
sedih, kala mendengar berita bahwa tiket pesawat ke luar negeri lebih murah
daripada penerbangan domestik. Tapi jauh lebih baik dibandingkan dulu, tiket
dalam maupun luar negeri juga sama-sama mahal.
Sempet penasaran juga sih,
Senin, 24 Agustus 2015
Hi... Bikin apa kita kali ini? Katanya sih ya kalau lagi berbadan double terjadi perubahan hormon yang kemudian bisa mempengaruhi mood seorang wanita. So, sebenernya sih lagi males bikin ini itu. Tapi berhubung udah kepengen pake banget bisa ngemil yoghurt setiap hari, akhirnya rasa males harus di basmi.
Konon katanya Yoghurt memiliki banyak manfaat, bahkan untuk ibu hamil. Kebetulan saya suka banget sama minuman yang satu ini, dari dulu mau bikin masih ragu lantaran di Banjarmasin ini sulit
Jumat, 21 Agustus 2015
Saya Rindu Melukis Cahaya | Taman Bacaan Masyarakat Sebagai Pendidikan Informal Anak
De Pita
11.18.00
0 Comments
Saya rindu, rindu sekali. Bukan hanya merindukan riuhnya kota Jakarta, bukan hanya merindukan orangtua saudara dan teman-teman. Namun saya merindukan Cahaya. Lebih rindu lagi untuk melukis cahaya.
Melukis cahaya adalah istilah
yang saya sampaikan kepada teman-teman di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah
Cahaya FLP Depok. Saya yakin tidak ada satupun pena ataupun pewarna yang
sanggup menghasilkan cahaya yang nyata. Maka bagi saya melukis cahaya adalah
melakukan sebuah kegiatan yang bermanfaat sehingga menjadi cahaya terang bagi
siapa saja.
Sejak tinggal di Banjarmasin ikut
dengan suami saya, saya tidak pernah berhenti “merengek” untuk segera membuka
taman bacaan kami sendiri. Banyak hal kami diskusikan bersama. Dari mulai
Bagaimana? Untuk apa? Dan sebagainya.
Bagi suami saya, hidup ini harus
bermanfaat dan terutama melakukan segala sesuatunya karena Allah. Artinya
setiap yang kita lakukan nantinya akan menjadi ibadah. Saya setuju, namun mengadakan
TBM dirumah saya memiliki
Rabu, 19 Agustus 2015
Kata orang lima tahun pertama pernikahan adalah masa yang paling berat. Hari ini tujuh bulan tujuh hari usia pernikahan saya dan suami. Masih jauh menginjak lima tahun. Namun berat rasa pernikahan yang kami jalani, bukan lantaran proses adaptasi kami yang memang baru saling mengenal. Namun beratnya pernikahan kami lantaran adanya gangguan itu.
Gangguan yang datang di hari
kedua usia pernikahan kami. Saat kami sedang memadu kasih berdua, muncul pihak
ke tiga yang mengacaukan moment romantis kami. Ah, jangan duga ornag ketiga itu
adalah wanita yang mengetuk pintu rumah kami sambil menangis dan memegangi
perutnya yang buncit. Insya Allah suami saya lelaki baik-baik.
Pihak ketiga yang muncul tidak
dapat dilihat mata namun gangguannya nyata. Musuh utama manusia sejak Nabi Adam
pertama kali diciptakan Allah sebagai menusia pertama. Syaitan.
Awalnya saya ragu
Senin, 17 Agustus 2015
Di hari kemerdekaan indonesia yang ke-70 ini usia pernikahan saya dan suami memasuki usia 7 bulan 6 hari. Usia yang masih terbilang sangat muda bagi usia pernikahan. Namun entah bagaimana dengan pernikahan orang lain, hanya saja saya merasa pernikahan kami begitu berat dijalani.
Sejak memutuskan tidak ingin
pacaran sebagai jalan memilih calon pendamping hidup, saya sempat dihinggapi
ketakutan akan menjomblo seumur hidup. Pasalnya saya merasa diri saya serba
kekurangan. Baik secara fisik maupun secara non-fisik. Hingga suatu hari salah
satu sahabat saya meninggal di usia muda, saya merenung. Kata orang ‘Manusia
terlahir hidup, mati, rezeki dan jodohnya sudah diatur oleh Dia Yang Maha
Pencipta’, saya setuju. Namun kata orang selanjutnya adalah ‘Jadi jangan takut
setiap orang ada jodohnya’, saya tidak setuju. Kemudian kata-kata ini meluncur begitu
saja dihati saya “Tuhan, jika memang tidak Engkau siapkan jodohku di dunia maka
biarlah. Mungkin yang Engkau inginkan adalah aku total mncintai-Mu saja tanpa
membaginya”.
Tidak lama setelah berucap
demikian, tawaran-tawaran untuk mencoba perkenalan secara Syar’i untuk menujuh
pernikahan yang disebut Ta’aruf datang kepada saya. Namun menikah urusan hati,
bukan urusan umur yang tidak lagi belia, atau sekedar urusan agar lebih mudah
menjawab pertanyaan “Kapan Nikah?”
Rabu, 29 Juli 2015
Kata orang jawa dulu, ada pepatah yang mengatakan “Kalau suami masuk ke sarang buaya sekalipun, istri juga harus mau ikut”. Bukan sarang buaya yang sebenarnya tentu saja. Namun pepatah ini adalah sebuah nasehat bahwa kemanapun suami pergi, hendaknya sang istri mengikuti sebagai bukti bakti.
Tidak pernah terbayangkan oleh
saya bahwa suatu hari saya akan meninggalkan kota metropolitan, Jakarta. Sudah
dua puluh lima tahun saya berdamai dengan Ibu Kota yang memiliki kesibukkan
yang luar biasa. Setidaknya meski sibuk, di kota ini bisa jadi semua tersedia. Dari
makanan sampai barang-barang yang entah darimana asalnya.
Sekarang, sebagai bukti bakti
saya kepada lelaki yang belum lama ini menjadi suami saya, saya harus ikut
kemana dirinya pergi. Dan Banjarmasin menjadi tempat tinggal saya, meninggalkan
hiruk pikuk ibu kota.
Ini pertama kalinya saya menginjakkan
kaki di tanah Borneo. Rasa asing tanpa keluarga, tanpa teman, dan terlebih
tanpa kenyamanan mengakses banyak hal seperti hal nya di Jakarta dulu. Untuk memperoleh
sesuatu saya kesulitan. Bukan hanya karena belum mengenal dengan baik kota
Banjarmasin, tapi juga ternyata disini memang tidak selengkap di























