Follow Us @curhatdecom

Minggu, 09 Oktober 2016

Perlukah Mengungsi Ke Rumah Orangtua Pasca Melahirkan?

23.00.00 10 Comments

Bulan ini Umaro masuk usia 6 bulan. Gak terasa kayaknya baru kemaren gue nginep di rumah sakit seminggu lamanya menanti baby ini lahir plus dirawat karena mengalami keracunan ketuban (lengkap ceritanya menyusul). Karena tinggal jauh dari orangtua, beberapa bulan sebelum melahirkan gue dan suami berdiskusi serius tentang "Dimana Gue Akan Melahirkan".

Kebanyakan orang memilih untuk pulang kampung ke rumah orangtua untuk melahirkan. Gue sempat berpikir hal yang sama, mau mudik dan bersalin Jakarta saja. Terutama karena pastinya di Jakarta Fasilitas Kesehatannya lebih lengkap.

Tapi setelah di kalkulasi (matematika keleus di kalkulasi) gue lebih mantap untuk tinggal di samping suami tercinta, karena emang pada dasarnya gue gak bisa LDM (Long Distance Marriage). Misal gue lahiran di Jakarta, batas akhir boleh naik pesawat adalah usia kandungan 7 bulan, trus setelah searching bayi baru aman naik pesawat di usia 5-6 bulan (pada akhirnya usia 5 bulan Umaro ikut mudik Emaknya ke Jakarta sih hihihi). Dihitung-hitung gue bakal LDM sama suami 7-8 bulan #syok. Artinya bulan ini gue baru kembali menghirup udara Banjarmasin #GakSanggup.

Belum lagi kalau gue melahirkan di Jakarta, entah berapa biaya yang harus di keluarkan suami untuk bolak balik jenguk. Dan tentunya moment yang paling di nantikan sebagai calon ayah bisa jadi terlewat kalau meleset dari HPL (Hari Perkiraan Lahir). So mari tegarkan diri melahirkan jauh dari orangtua.

Tapi banyak pertimbangan memang untuk melahirkan dekat dengan orangtua, beberapa hal yang gue simpulkan adalah:

Ada tangan yang berpengalaman mengurus bayi. Ortu yang memang sudah lebih dulu punya anak kan pastinya lebih berpengalaman terutama untuk urusan memandikan bayi. Apalagi anak pertama, biasanya ngeri-ngeri sedap gitu deh buat megang bayi yang kayaknya masih rapuh banget.

Pas hamil dah ngincer Baby Bather jadi sudah bisa mandiin sendiri sejak keluar dari rumah sakit :)

Fasilitas kesehatan yang lebih baik. Untuk yang merantau ke plosok Indonesia nih, gak di pungkiri fasilitas kesehatan di tanah air kita ini belum merata. Daripada ambil resiko melahirkan di tempat ortu yang memang sudah lebih maju tidak ada salahnya dipilih.

Suami yang harus kembali bekerja. Masa pemulihan terutama yang melahirkan secara SC tentunya membutuhkan waktu. Apalagi dimasa ini kadang ibu rentang mengalami depresi. Bingung harus bagaimana, bingung dengan perubahan statusnya, dll. Kehadiran ortu akan sangat membantu meminimalisir rasa kesendirian new mom.

Cinta tanah kelahiran. Ini biasanya buat perantau yang gagal move on dari tanah kelahirannya. Jadi demi ingin anaknya di KTP sama dengan orangtuanya akhirnya memilih melahirkan di tanah kelahiran.

Request keluarga besar. Barangkali ini point yang tidak terduga bahwa adanya request keluarga besar. Jadi kadang apalah arti dari suara 2 orang lawan suara sekampung hehehe.

Mama dan Bapak Mertua datang dari Jogja nengok Umaro  

Memang gak mudah bagi gue khususnya mau memilih melahirkan dimana. Tapi karena gue lebih butuh dukungan suami yang harus bertanggung jawab terhadap hasil perbuatannya fix gue pilih melahirkan di Banjarmasin. Soalnya satu point lagi yang bikin gue optimis di Banjarmasin adalah Emak gue kebanyakan mitos kwkwkw

Yang ada gue pusing harus memenuhi rentetan ritual permitosan tersebut sebelum dan sesudah melahirkan. Padahal saat hamil dan menyusui ketenangan jiwa sangat dibutuhkan. Saat hamil agar bayi tidak ikut stress dan saat menyusui agar tidak sama-sama stress dan ASI bisa lancar. 


Keluar rumah sakit Emak sama Babeh dari Jakarta juga datang nengok cucu
So, yang mau melahirkan pikirkan baik-baik bersama pasangan dan keluarga besar apakah mau ngungsi atau tetap mandiri. Kalau mau mandiri kuncinya cuma butuh percaya diri kok. Itu kan anak kita, yakin ajah kita bisa mengurusinya sendiri. Tapi bukan berarti gak boleh minta bantuan orang loh ya. Misal untuk urusan memandikan kita bisa hubungi bidan terdekat untuk datang memandikan bayi loh sambil kita juga belajar.

Apalagi Pak Suami, hayuk di bantu isterimu. Kalau bisa dampingi saat melahirkan. Lihat perjuangannya melahirkan buah cintamu... 

PS: Makasih Ayahro sudah mendampingi Bundaro #BigHug

Sabtu, 08 Oktober 2016

Belajar Jadi Orangtua Lewat Dunia Maya

16.56.00 10 Comments

Dulu gue pernah menulis sebuah status di FB kurang lebih bunyinya gini, "Wahai orangtua ketika kita salah mendidik anak maka kita telah menyumbangkan generasi yang nyebelin di masa yang akan datang". Kira-kira status itu muncul setelah gue nonton Criminal Mind. Mini seri tentang FBI yang memecahkan kasus kejahatan (pembunuhan) berantai dengan membuat profil tersangka lewat pola kejahatan yang dibuat.

Dari pola-pola tersebut bisa dibuat pemetaan profil tersangka yang ada hubungannya dengan masa lalunya (biasanya trauma masa kecil). Misal tersangka yang melakukan kekerasan dengan cambukan diduga masa kecilnya tidak jauh dari KDRT. Masa sih? Sadar gak sadar masa kecil yang tertanam di alam bawah sadar membuat kita adalah copy paste orangtua/lingkungan kita. Namun gue tetep yakin bahwa baik atau buruk tetap ada ditangan kita untuk memilihnya.

Mungkin kita pernah kecewa dengan pola asuh orangtua kita semasa kecil. Tapi bukan berarti yang buruk kita lanjutkan, dan bukan berarti tidak ada sedikitpun kebaikan yang bisa kita tiru. Tapi ketahuilah, menjadi orangtua tidak pernah ada sekolahnya. Pengalaman adalah guru terbaik bagi orantua kita dulu. Beda dengan kita saat ini. Dimana-mana sekarang sudah banyak seminar parenting, atau kalau memang tidak ada kita bisa aktif belajar dengan mencari ilmu parenting di dunia maya kok.

Sebelum jadi orangtua gue kira ngurus bayi cuma sekedarnya. Gue anggap pemberian sufor baik, gue anggap keponakan gue makan pisang usia sebulan normal (gue makan nasi malah kata Emak usia sebulan), gue anggap bayi bisa makan segala sampai ada yang nanya ponakan gue kok boleh makan cokelat pas gue posting di FB. Ternyata semua itu sebetulnya hal berbahaya buat bayi. Dan itu terjadi karena memang tidak ada sekolah untuk jadi orangtua (apalagi sekolah untuk menjadi tante hiks).

Foto Bersama peserta usai mengisi workshop "Dongeng Itu Mudah"

Tapi berkat internet gue yang gak pernah teredukasi tentang menyiapkan generasi berkualitas di usia 1000 hari pertamanya jadi tahu. Kenapa? Karena temen gue yang sudah lebih dulu jadi orangtua banyak share. Tentang bahaya-bahaya yang gue anggap sepele. Bukan cuma tentang nutrisi, tapi juga tentang stimulasi untuk bayi  sekarang sudah banyak di share lewat media sosial. 

Meski era sudah serba internet ini kadang ada ajah loh ilmu yang kelewat. Seperti beberapa waktu lalu gue menghadiri acara akikahan teman, anaknya di ditambah sufor karena katanya air susunya sedikit, anaknya laper. Aduuuuh, andai sebelum bayi lahir banyak membaca soal ASI pasti tahu deh kalau kebutuhan ASI bayi newborn sedikit banget. Gak sampe satu botol kok, wong lambungnya ajah masih sebesar buah cery belum sebesar duren. Gue menyayangkan karena kalau orang yang gak paham internet wajarlah. Tapi dengan smartphone di tangan harusnya bisa menambah wawasan kita.

Banyak sebetulnya yang bisa kita pelajari lewat internet. Hanya lagi-lagi tergantung kita mau bergerak maju atau tidak. Sekarang ajah mau jawab PR anak sekolah ajah tinggal main pakai jempol kok (pengalaman bantu PR keponakan dulu hihihi)

6 point yang terus harus dikampanyekan kepada orangtua oleh siapa saja menurut gue di antaranya adalah:

ASI adalah Nutrisi Pertama. Pemberian ASI eksklusif untuk bayi 0-6 bulan dan dilanjutkan dengan pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) di usia 6 bulan-2 tahun adalah nutrisi terbaik untuk buah hati. Banyak sekali ilmu yang bisa kita pelajari. Dan proses memberi ASI menurut banyak penelitian bukan sekedar memberi makan. Melainkan proses pembentukan karakter sejak dini pada buah hati. Makanya penting untuk sebisa mungkin memberikan ASI langsung bukan dengan perantara dot dsb. 


Keluarga adalah Sekolah Pertama. Ciptakan lingkungan yang baik untuk anak dimulai dari rumah sendiri. Meski sekarang sudah bertebaran sekolah untuk anak bahkan saat masih bayi, sekolah terbaiknya tetap adalah rumahnya sendiri. 

Ibu adalah Guru Pertama. Jangan pernah gengsi dengan status Ibu Rumah Tangga bukannya Wanita Karir. Ibu, profesimu itu adalah pekerjaan yang tidak bisa dibayar dengan nominal berapapun. Namun akan terbayar lunas saat Ibu melihat anak tumbuh sehat, cerdas, dan sukses dikemudian hari. Jangan sedih ijazahmu tersimpan rapi di lemari, sebab Ibu menggunakan ilmunya bukan untuk jadi karyawan. Tapi untuk mendidik anak-anak.

Ayah adalah Kepala Sekolah Pertama. Jangan pernah bilang urusan anak jadi sepenuhnya urusan ibu wahai ayah. Tugasmu tidak kalah penting. Kepala sekolah yang baik tidak pernah diam saja di dalam kantor menerima laporan guru. Tapi juga terjun langsung untuk mendengar suara hati anak didiknya. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa ayah pun memegang peranan penting dalam tumbuh kembang buah hati. Bahkan seharusnya cinta pertama dari anak perempuan adalah Ayahnya. Dan idola pertama anak lelaki adalah ayahnya. Maka dari itu hadirlah dalam tumbuh kembangnya.


Cinta Kasih adalah Kurikulum Pertama. Menjadi orangtua jangan pernah gengsi untuk mengutarakan rasa sayang dan cinta pada buah hati. Sebab perasaan dicintai pada anak bisa berdampak besar kepada rasa percaya dirinya kelak. Anak akan tumbuh menjadi anak yang penuh cinta kasih karena perasaan dicintai.

Stimulasi adalah Pelajaran Pertama. Stimulasi atau bahasa mudahnya rangsangan sangat diperlukan bagi anak. Pernah dengar kan istilah berani kotor? Karena dari setiap proses stimulasi itulah anak belajar.



Apakah 6 point itu ada di daftar pelajaran kita sekolah dari SD sampai Kuliah? Pasti tidak ada kecuali kuliah yang memang jurusan tumbuh kembang anak. Tapi jangan sedih, di era digital sekarang semua ilmu itu sudah bisa di pelajari. Sudah banyak kawan-kawan yang juga punya semangat berbagi di luar sana yang berbagi lewat jejaring sosial atau blognya. Tugas orangtua kini hanya menjemput bola mencari ilmu itu

Dulu gue kira menjadi orangtua adalah mengajarkan anak, tapi sebetulnya manusia tidak pernah berhenti belajar. Sekarang tugas gue adalah terus belajar menjadi orangtua. Seperti yang gue bisikkan saat pertama kali menggendong tubuh mungil Umaro "Nak, kita sama-sama belajar ya. Kamu belajar tumbuh menjadi manusia yang baik, dan bunda belajar menjadi orangtua. Mohon Kerja samanya ya."

Setiap orang berhak menjadi generasi unggul. Dan setiap orangtua wajib mendidik putra-putrinya dengan baik.

Jumat, 07 Oktober 2016

Orangtua Dulu vs Orangtua Kekinian

23.00.00 12 Comments

Pernah nonton film Brave yang di produksi Disney? Gue sudah dan waktu nonton masih single dan nonton setelah jadi emak-emak rasanya beda loh hihihi. Nonton setelah jadi emak-emak rasanya langsung mau beli tiket pesawat trus pulang ke Jakarta langsung peluk dan ciumin emak di rumah.

Tapi sebetulnya tulisan gue kali ini bukan berdasarkan film ini sih, dan emang bukan lagi nge-riview film ya. Emang dah lama mau nulis tentang menjadi ortu dulu dan sekarang, tapi baru dapet feel nya sekarang berkat status teman yang kurang lebih sama dengan status FB gue waktu Umaro hadir mewarnai kehidupan gue.

Menjadi orangtua (terutama emak-emak) sebetulnya kondisinya gak jauh beda sih. Tapi beda zaman bikin atmosfer menjadi orangtua berbeda 180 derajat. Apa saja itu?

Ilmu Parenting, Tidak ada sekolah menjadi orangtua jelas. Orangtua jaman dulu mengasuh anak berdasarkan pengalaman orang terdahulunya atau sesuai dengan mitos-mitos yang berkembang. Sedangkan jaman sekarang banyak seminar parenting bertebaran sehingga membuat orangtua kekinian punya banyak ilmu dan bisa menebas jauh-jauh mitos.

Jumlah Anak, Jumlah anak orangtua jaman dulu buanyaaaak. Bahkan meski sudah punya cucu tetep ajah produksi anak berjalan. Sehingga ada istilah Om Muda atau Tante Muda (Om/Tante lebih muda dari usia keponakan hihihi). Karena dulu ada istilah "Banyak Anak Banyak Rezeki". Kalau ortu jaman sekarang punya anak banyak mikir biaya dan mikir ngasuhnya hehehe.

Eksistensi Yang Berbeda, jelas beda banget ya tingkat eksistensi (terutama emak) jaman sekarang dan jaman dulu. Emak-emak jaman dulu jarang yang bekerja atau kalaupun eksis paling banter di organisasi darma wanita atau grup arisan tetangga. Kalau sekarang Emak-emak mulai eksis, meski status pekerjaan di KTP Ibu rumah tangga tapi kegiatannya di luar rumah bikin punya waktu 24 jam sehari menjadi kurang. Belum lagi jika statusnya wanita karir.



Menyalurkan Baper, Jaman dulu bapernya ortu cuma sekitar rumah tangganya ajah (berantem sama pasangan, berantem sama mertua, uang belanja kurang dsb). Dan ortu dulu demi rumah tangga yang damai, bapernya cuma di simpan dihati. Kalau ortu kekinian bapernya kalau buka timeline sosmed dan isinya orang pamer hehehe. Tapi kalau gak ada tempat curhat maka sosmed bisa jadi tempat curhat yang asyik. Apalagi kalau di komen dengan dukungan yang bisa mencapai 1000 likes. Baper rasanya lenyap seketika. Tapi tetap sebaiknya yang berhubungan dengan aib keluarga di simpan baik-baik ya (reminder buat diri sendiri)

Survive, ortu jaman dulu lebih survive loh. Tinggal jauh dari orangtua minim alat komunikasi dikala itu membuat ortu jaman dulu mencoba mengatasi masalahnya sendiri. Kalau ortu jaman sekarang ada hape, ada sosmed, ada skype dll. Jadi kalau "butuh" bantuan keluarga bisa cepat gak harus nunggu merpati mengantarkan surat.

Nah itu bedanya orangtua dulu dan orangtua kekinian. Makanya jangan sampai baper kalau sampai berbeda pendapat sama orangtua terutama saat mengasuh anak kita atau dalam berumah tangga.



Seperti halnya gue yang dengan sangat hati-hati menyampaikan keberatan atas suruhan Emak agar segera memberikan Umaro MP-ASI dini karena melihat tetangga yang lahirnya beda sehari dengan Umaro sudah ngasih makan anaknya. Berat rasanya menolak tapi dengan kata-kata yang tidak menyakitkan. 

Mungkin sebagian dari kita ada yang kecewa dengan pola asuh orangtua dulu ke kita. Tapi jangan pernah jadikan itu dendam yang disimpan, apalagi sampai menyalahkan mereka kenapa mendidik kita salah dulu. Bisa terluka nanti hati orangtua kita. Cukup jadikan pola asuh yang buruk dari ortu terdahulu sebagai pembelajaran kita menjadi orangtua selanjutnya.

Dari pola asuh orangtua dulu tetap banyak hikmah yang perlu kita tiru kok. Ambil yang baik buang yang buruk. 

Resep Pancake Lipat

08.42.00 2 Comments

Beberapa waktu lalu gue iseng coba-coba bikin Martabak Manis atau kalau di Banjarmasin nyebutnya Terang Bulan. Nyobanya pakai teflon karena belum punya cetakan martabak khusus. Berkali-kali nyoba gosong karena teflon memang tipis jadi cepat menghantar panas. Tapi kalau kurang panas akhirnya martabak jadi bantat. Ya udah sementara lambai bendera putih dan mari serahkan pada tukang martabak ajah hihihi

Nah tapi hasrat makan yang manis-manis masih tak terbendung. Dan gue harus menyelamatkan uang belanja biar sanggup mencapai tanggal tua, jadi gak mungkin jajan terus laaaah. Akhirnya berkat adik ipar yang sempat minta resep pancake beberapa waktu lalu, gue kepikiran buat nyoba buat. Sebelumnya pakai tepung instant rasanya agak hambar, meski ada syrup mapelnya tetep gak membantu.

So, ini saatnya mencoba sendiri dengan resep yang sliweran di internet dengan sedikit modifikasi.

Resep Pancake Lipat:

  1. 100 gram Tepung Terigu Serbaguna (protein sedang)
  2. 50 gram Gula Pasir
  3. 150 ml susu cair
  4. 1 sdm tepung maizena
  5. 1/2 sdm Baking Powder
  6. 1 butir telur
  7. 1/4 sdt garam
  8. 1/2 sdt vanili
  9. Toping sesuai selera (selai roti, keju, meses, susu kental manis, syrup maple, ice cream, dll)

Cara membuat:
  1. Campur tepung terigu, gula pasir, tepung maizena, baking powder, garam dan vanili dalam wadah campur rata.
  2. Masukkan telur kedalam adonan kering. Jika menggunakan mixer gunakan speed terendah kalau jika menggunakan whisker(kocokan manual) sebaiknya telurnya di kocok lepas terlebih dahulu.
  3. Masukkan susu sedikit demi sedikit sambil terus di aduk. Kenapa sedikit demi sedikit? supaya tidak ada adonan yang menggumpal. Jika sudah tercampur rata adonan siap di masak.
  4. Panaskan teflon dengan api kecil.
  5. Tuang satu sendok sayur adonan ke tengah-tengah teflon
  6. jika sudah muncul buih-buih balik adonan. Diamkan kurang lebih 5 detik lalu angkat.
  7. Bagian yang putih olesi atau isi dengan toping sesuai selera, lalu lipat.
  8. Hidangkan panas-panas bersama minuman kesukaan.
Jumlah hidangan : 9 porsi

Tips:
  1. Karena memang mau dibuat konsep lipat maka adonannya di buat tipis. Tapi kalau suka yang biasa/tebal kurangi saja susu cairnya menjadi 100ml.
  2. Gue pakai Scop Ice Cream buat nuang adonan, jadinya pas 9 porsi. Kalau pakai sendok sayur mungkin bisa berubah ya hehe

Rabu, 05 Oktober 2016

Bunda, Letakkan Hp Saat Menyusui

17.09.00 6 Comments

Sejak mengikuti seminar Breastfeeding 911 di Hotel Mercure Banjarmasin beberapa waktu lalu yang narasumbernya adalah dr. Tiwi gue rasanya gak kuat. Mau melambai ke kamera setiap mendengar paparan beliau. Rasanya kayak di tampar bolak-balik sampai berdarah-darah. Hati juga meleleh sampai berkali-kali minta maaf sama Bayi kecil dalam gendongan, Umaro.

ASI (Air Susu Ibu) kita tahu adalah makanan utama bayi dari usia 0-6 bulan. Tapi ternyata proses menyusui bukan sekedar proses memberikan makanan untuk bayi. Proses menyusui adalah proses pembentukan awal karakter si buah hati. Semula gue kira dengan hanya memberi ASI eksklusif sudah cukup untuk bekal utama tumbuh kembangnya. Ternyata... aaaaaaaaah (ambil tisu).

“Orang sekarang bangga bisa pamer stok ASI di kulkas sampai penuh. Tapi anaknya tidak pernah di susui langsung. ASI baik, tapi lebih baik lagi kalau langsung diberikan. Bukan sekedar kandungannya saja yang penting, tapi prosesnya juga penting. Karena proses menyusui adalah basic trust bagi anak.” Ujar dr. Tiwi
dr. I.G.A.N. Partiwi, SpA, MARS (dok. Pribadi)

Tapi dasarnya emak-emak minim ilmu kayak gue sih ya, kalau lagi nyusuin asyiknya sambil main hape. Balesin pesan satu satu dari puluhan grup wa yang sealaihum gambreng. Belum lagi balesin notif dari facebook dll. Ya habis gimana sih ya, kerjaan rumah yang gak ada usainya menyusui kayak moment yang asyik buat buka hape. Tapi tahu gak siiiih, padahal kalau lagi menyusui itu si baby sebetulnya sedang menatap mata kita dalam-dalam. Doi lagi belajar, sel-sel dalam otaknya sedang sambung menyambung menjadi satu. Dan emaknya asyik main hape. Hiks... (gue banget)

Stimulasi saat menyusui menyambung jaringan Sinaptogenesis (jumlahnya miliaran sel)
Selain memberi pengaruh buruk kepada baby, radiasi hape memang bahaya. Dan pemaparan ini kemarin bikin gue mau lari kepojokan nangis guling-guling karena beneran ngerasa berdosa sama si Umaro.

Baiklah ujian lepas hape pun dimulai. Gue berusaha keras meletakkan hape saat sedang menyusui Umaro. Trus kalau udah jauhin hape emaknya ngapain donk? Nah berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan saat menyusui si kecil:
  1. Berikan usapan-usapan lembut pada si kecil. Bisa di area kepala, punggung atau lengan.
  2. Mendongeng, ceritakan sebuah kisah yang mengandung pesan moral. Apakah Baby mengerti? Ah Mak... Dia paham meski belum bisa menceritakan ulang. Kalau bingung ngarang cerita, ya udah cerita tentang silsilah keluarga saja. Ceritakan siapa ayahnya, siapa ibunya siapa nenek kakenya dst.
  3. Ngobrol dan sugesti. Berikan sugesti-sugesti positif seperti “Umaro anak soleh” atau “Umaro anak pandai” atau doakan saja. Ajak juga suami mendampingi saat menyusui, ngobrol bertiga seru deh.
  4. Bernyanyi. Kalau gak mau nyanyi bisa kita ganti dengan shalawat. Atau kalau memang hapalan bundanya baik ajak melafalkan ayat-ayat Al Qur’an.
  5. Bacakan buku. Membacakan artinya suara bunda harus terdengar loh ya. Bukan baca dengan bahasa kalbu hihihi
  6. Bercanda dengan bayi. Bahkan aktifitas bermain cilukba saja pasti bayi senang sekali.

Karena baby belum bisa ngobrol memang aktifitas yang gue sebutkan terkesan satu arah karena emaknya ngomong sendiri (kadang jawab sendiri hihihi). Tapi sebetulnya si baby pasti merespon dengan tersenyum, tertawa, atau sekedar menatap fokus mata emaknya. Dan itu sebetulnya bikin nyesssss di hati loh.


Yuk ah, taruh hape saat menyusui (neriakin diri sendiri pake TOA). Kita punya tugas penting menyiapkan generasi yang lebih baik dimulai dari memberikan ASI eksklusif.

Selasa, 04 Oktober 2016

Start Up Perlu Ini Untuk Berbisnis | Business Model Canvas

13.42.00 5 Comments

Beberapa waktu yang lalu gue ceritanya ngajak mudik si baby Umaro ke Jakarta. Emaknya sih sebetulnya yang udeh baper pengen jalan-jalan hihihi. Apalagi kangen kulineran di tanah kelahiran. Sekarang yang lagi hapening tuh pesen makanan by ojek online. Dan tahukah sodara-sodara... itu jejeran kuliner kekinian bikin ngeces. Dan kebanyakan dari mereka adalah start up yang memang usinya masih unyu-unyu (uhuk benerin daster inget umur kwkwkw)

Eh tapi gak Cuma di Jakarta loh, sekarang di Banjarmasin juga lagi rame banget kuliner kekinian yang penggagasnya lagi-lagi anak muda. Saya sampe bisik-bisik ke ayah Umaro yang dijawab “Bagus donk memang harusnya anak muda begitu. Memulai bisnis sedini mungkin, tua tinggal memetik hasil.” (ini sumpah wejangan ala bapak-bapak banget berasa kami beneran udah tua kwkwkw)

Rabu, 28 September 2016

Perlukah Memberikan Anak Usia 0-12 Bulan Mainan?

11.38.00 12 Comments



Punya anak itu seru ya ternyata hehehe. Apalagi anak pertama, rasanya tiap ada item-item lucu maunya tuh di beliin semua, termasuk mainan. Tapi di pikir-pikir sih kalau anaknya masih bayi apa iya perlu diberikan mainan? Sampai sempat hampir berdebat juga sih sama Ayahro kalau Bundaro lagi kalap beliin Umaro ini dan itu #tutupMuka

Pernah baca sebuah share di facebook bahwa bayi usia 0-12 bulan itu gak perlu diberikan mainan kok. Ada benernya sih, tapi jangan di telan mentah-mentah bahwa itu artinya si anak gak butuh “mainan” loh ya. Karena justru sebetulnya usia 0-12 bulan termasuk dalam golden age yang mana orangtua harus extra dalam memberikan stimulasi pada anak agar perkembangan otak nya optimal.


Kamis, 22 September 2016

Bayi Hanya Menyusu Pada Satu Payudara? Ini Sebabnya

12.17.00 12 Comments





Yipiiii Umaro sudah 5 bulan, bulan depan sudah mulai MP-ASI. Responnya tiap liat orang makan udah bikin Emaknya kasihan. Tingkah polahnya juga semakin banyak, gak Cuma senyum dan ketawa ngekek saat digoda. Sekarang maunya pun sudah macem-macem. Gak mau di gendong tiduran ala bayi newborn, maunya gendong hadap depan, gak mau di pangku tiduran maunya duduk meski belum bisa duduk sendiri, dan yang terakhir bikin Bundaro nya agak baper “Menolak Puting Kanan”.

Hiks...Hiks...Hiks... ini gue beneran baper. Ada apa sih di puting kanan gue? Sempet kepikiran ini efek traveling. Karena selama perjalanan Umaro memang sering di puting kiri karena posisi duduk emaknya (biasanya nyusui sambil tiduran) di kereta dan mobil. Eh tapi iya juga sih kok di perjalanan emang nolak juga puting kanan. Grrrr...

Sejak baru lahir Umaro memang gue biasakan menyusu bergantian antara puting kiri dan puting kanan. Saran dari bidan per 15 menit. Teman-teman juga menyarankan demikian karena kalau tidak seimbang kiri dan kanan nanti PD (Payudara) bisa besar sebelah. Tapi setelah baca-baca buku dan artikel, sebaiknya membiarkan baby menyusui satu PD sampai puas baru menggantinya ke PD satunya.

Kenapa?

Selasa, 20 September 2016

Bagaimana agar kita betah di tempat Kerja? | Info Loker

15.12.00 4 Comments




Sering seliweran di timeline Facebook gue atau status BBM yang isinya tiap menjelang weekend pada hepi pake banget dan kalau weekday datang langsung pada “maksa” bilang “I Love Monday” hihihi. Emang apa salahnya si hari Senin ya?? Hehe

Biar kata gue sekarang gak pernah update soal si Monday yang sering jadi trending topic tiap awal pekan, dulu gue pernah loh jadi orang yang keknya untuk keluar dari selimut pagi hari itu susaaaaah banget. Sampai pada akhirnya gue menemukan masa di mana gue begitu menikmati hari meski weekend telah berlalu.

Dulu gue sempet kerja di sebuah LSM di Jakarta. Pekerjaannya mempertemukan gue dengan 5 agen perubahan di tiga sekolah berbeda dan harus rapat mingguan di kantor untuk laporan perkembangannya. Nah entah kenapa yang dipilih untuk ngantornya ini setiap senin, mana untuk menuju ke TeKaPe ampuuuun maceto bikin pengen pasang sirine biar di kasih jalur khusus (walau di Jakarta yang begitu juga gak berlaku sih).

Pada saat itu gue emang hobi ngeluh banget tiap harus ngantor. Maklum gue ini orang lapangan yang emang klo ketemu kantor rasanya gerah dan bosen. Tapi yah mau gimana lagi sih, setidaknya gue harus bersyukur bisa bilang “capeknya bekerja” daripada terus ngeluh “capeknya cari kerja”.

Lama kelamaan ternyata gue mulai enjoy loh dengan pekerjaan gue itu, meski waktu tempuh kantor 2,5 jam dengan macet dan harus ngelembur sesekali. Kenapa?

Senin, 15 Agustus 2016

Tips Belanja Online

11.31.00 20 Comments

Suka sebel deh kalau ada yang bilang “Ayo para isteri daripada nganggur di rumah... bla..bla..bla..bla..”. Mereka yang bilang begitu maybe karena gak jadu full wife di rumah, atau tetep jadi full wife tapi asisten rumah tangganya ada disetiap sudut rumah hehe. Karena faktanya kerjaan jadi ibu rumah tangga gak akan pernah ada habisnya terutama kalau udah ada si kecil di rumah.

Gak ada tuh waktu nganggur, dan gue akhirnya paham fungsi Allah menciptakan wanita yang memang bisa mutitasking setelah jadi ibu rumah tangga. Karena setelah jadi full wife gue berasa jadi wonder women yang bisa nyuci baju, sambil masak, sambil nyuci piring dalam satu waktu kwkwkwkw. Dan laki-laki memang di ciptakan fokus untuk melengkapi wanita yang multitasking kadang jadi gak fokus. Hayati butuh Abang disisi #tsaaaaaah

Sibuk di rumah kadang, jadi bikin males Me Time keluar dan emang gak tega ninggalin anak di rumah Cuma sama ayahnya. Duh apalagi sekarang tinggal di luar Jakarta. Gue jadi suka ketinggalan tuh ModelDress Wanita Terbaru hu...hu...hu...

Dan isteri yang tidak nganggur pun di buktikan dengan adanya seragam rumahan, DASTER. Hehehe...


Daster bunga-bunga seperti hati yang berbunga-bunga menyambut suami pulang :D

Dulu mah gue anti banget sama daster. Aduh inem banget gak sih? Apalagi wajah gue yang emang eksotik bin kucel klo lagi males perawatan bikin gue kelihatan ya gitu deh. Setelah menikah pun gue masih mualeees pake daster. Pengen kelihatan cantik terus di depan suami. Gak mau jadi orang yang kalau ada tamu di tanya “Majikannya ada Bu?” Grrrrr...

Eh tapi sekarang pengusaha tekstile seperti mengerti deh isi hati emak-emak kayak gue (mungkin juga pernah mengalami hal serupa hehehe). So sekarang daster hadir dengan model dan warna-warna menarik. Jadi selain tetap kelihatan modis di rumah, kadang itu daster tetep nempel di badan kalau jalan-jalan ke pantai bahkan ke Mall.

Biar tambah gaya dan kekinian, Daster bisa dipadu padankan dengan outfit atau cardigan. Dijamin deh lebih menarik. Malah bisa jadi tren Model Dress Wanita Terbaru ala Emak-Emak hihihi. Tapi yang penting sih ya, cantik buat suami dulu deh di rumah. Biar suami gak lirak lirik wanita lain di luar sana.

Yups kita boleh jadi percaya diri suami adalah sosok setia. Tapi kita juga perlu ikhtiar menjaga kesetiaan itu. Kita ajah kalau punya barang, udah usang males pakenya kaaaan. Hihihi
Dan wahai para Emak-Emak rempong kayak gue, jangan sedih gak bisa ke mall cari baju kece. Gak usah sampai harus berangkat ke Timur ikut kera sakti buat nyari baju/daster keren. Sekarang jaman udah canggih. Tinggal klak-klik hape masukkan kata kunci Model Dress Wanita Terbaru nah muncul deh tuh berbagai pilihan baju menarik.

Si Abang bisa klepek-klepek disambut Emaknya Umaro dengan dress seksi gini kwkwkw

Seringkali orang suka kecewa beli online. Ada dua penyebabnya, penjual yang tidak jujur atau pembeli yang kurang paham tentang barang yang akan dibeli. Kalau takut penjual yang gak jujur, cari ajah web-web online yang terpercaya.

Tapi biar gak kecewa saat belanja online perhatikan nih tips-tips berikut:
  1. Siapkan selalu meteran badan di rumah (yang biasa di pakai penjahit). Biasanya saat belanja online selain size karena tubuh orang berbeda satu sama lain penjual biasanya mencantumkan ukuran Lingkar Dada, Panjang, Lingkar Pinggang dsb. So sebelum membeli kita bisa ukur dulu sendiri di rumah, jangan sampai sudah sampai di rumah bajunya gak bisa di pakai karena kekecilan.
  2. Pelajari jenis-jenis kain. Bisa cari refrensinya juga secara online kok. Misal bahan katun, spandek, jersey, dsb seperti apa plus minusnya. Jangan sampai ngomel-ngomel sendiri di rumah karena merasa tertipu karena kurang wawasan tentang bahan-bahan tersebut
  3. Warna. Nah ini nih yang sekarang suka banyak salah paham. Dulu kita Cuma tahu warna dasar. Tapi sekarang merah ajah ada macam-macam. Ada merah bata, merah muda, merah cabe, merah benhur, merah marun, waaaaah. Harus perbanyak perbendaharaan warna biar gak salah.
  4. Pakai aplikasi E-banking atau sms banking biar gak repot bolak balik ATM.



Yups, semoga tips ala Emaknya Umaro bermanfaat ya buibu... Yuk tetep tampil menarik terutama untuk suami di rumah.

Kamis, 11 Agustus 2016

Ini Loh Cara Agar Anak Memahami Nasehat Kita

15.00.00 9 Comments

Pernah jadi anak-anak kan? Pernah ngerasain di marahin orangtua? Gimana rasanya, enak gak? Pasti pada sepakat bilang "NGGAK!".

Nah semstinya sih saat akhirnya kita menjadi orang dewasa, pengalaman nggak enak itu kita jadikan pelajaran untuk menjadi sosok orang dewasa yang lebih menyengkan. Coba deh inget-inget berapa banyak nasehat ortu kita, yang nyantol dan masih kita ingat sampai detik ini. Pasti pusing nih mengingatnya, karena yang muncul cuma rekaman-rekaman ortu yang lagi ngomel-ngomel hihihi.

Saat anak berbuat kesalahan yang bikin kita gemes sampai ke ubun-ubun, marah-marah adalah cara paling efektif

Senin, 08 Agustus 2016

Resep Pizza Ala Resto

16.02.00 10 Comments

Gue kira bikin Pizza bakalan membutuhkan energi, tenaga, waktu, dan kemahiran tingkat dewa kwkwkw. Makanya selalu merasa gak sempet bikin makanan enak yang satu ini. Akhirnya kalau lagi pengen pizza selalu angkat telpon dan rogoh dompet dalam-dalam.

Tapi belakangan gue suka kecewa dengan rasa pizza dari resto yang mayan terkenal itu loh. Entah karena emang rasanya yang menurut gue gak seenak dulu, plus bikin gue pengen lari ke meja makan dan numpahin segala macam lauk yang ada di atas itu pizza saking dikitnya itu toping. Padahal harganya gak murah loh untuk pizza ukuran paling small.

Dan sebetulnya untuk pizza gue gak suka yang rotinya ketebalan apalagi pas udah dingin jadi keras. Gue suka yang tipis, nah di Banjarmasin ini gak ada resto favorite gue kek di Jakarta. Jadi ya solusinya ayo kita bikin sendiri dengan toping suka-suka.

Inti dari Pizza menurut gue adalah Dough atau rotinya. Sekarang Pizza udah macam-macam, ada yang tipis, di goreng, bahkan ada yang kriuk kek kerupuk (suami gue sebel makan yang model gini kwkwkw). Nah kali ini resepnya pizza sederhana ajah ya, karena Bahagia itu Sederhana #tsaaaaah... kwkwkw

Rabu, 03 Agustus 2016

Perlunya Me Time dan We Time untuk Menjaga Kesehatan Jiwa | Kamar Buku is We Choice

06.42.00 6 Comments




 Oeeeeee...Oeeeee....Oeeeeee....

Menikmati peran sebagai ibu baru rasanya ituuuuu... ya gitu deh hahaha (silahkan coba sendiri deh). Pengen ngeluh? Manusiawi tapi buat apa juga cuma mendramatisir keadaan hahaha. Gue Cuma membisikkan mantra kecil kepada diri sendiri “Pit, sekarang umaro akan sering minta digendong sabarlah. Suatu hari nanti bukan hanya tidak kuat digendong, bayi kecil loe itu suatu hari nanti sudah lari kesana kemari tidak mau digendong. Saat itu loe akan kangen.” #plak

Tapi ya itu tadi, manusiawi loh merasa lelah. Tapi gue bersyukur karena ternyata punya partner hidup yang luar biasa (kalau doi baca bisa ge-er kwkwkw). Selain sesekali mau direpotkan ikut momong Umaro, suami juga ngerti banget kalau ibu rumah tangga butuh lebih banyak piknik #modusEmakEmak. Dari baru nikah sampai hamil dan umaro lahir suami memang sering ngajak isterinya yang baperan ini jalan-jalan. Kalau tidak bisa ke tempat yang jauh, sekedar jalan-jalan dengan motor keliling kota saja sudah sangat di syukuri loh.


Selasa, 02 Agustus 2016

Ternyata si Kecil Cuma Butuh 3 Kebutuhan Dasar Ini Loh

22.17.00 2 Comments
Dra Ratih Ibrahim M.M. Psi.

Lagi-lagi gue merenung, di mana ya gue bisa belajar jadi orangtua? Adakah sekolah untuk orangtua? Guru terbaik merawat Umaro adalah dengan pengalaman, tapi pengalaman yang mana? Pengalaman orang kadang malah bikin baper. Sampai yang bisa gue katakan pada bayi merah yang belum lima menit menghirup udara langsung bernama Arsa Umar Syahid Elqossam adalah “Nak kita sama-sama belajar ya.”

Kebanyakan orangtua pasti inginkan yang terbaik buat buah hatinya. Definisi terbaik yang semestinya adalah segala sesuatu yang dia butuhkan bukan dia inginkan atau sekedar orangtua inginkan. Kadang sebagai orangtua kebutuhan fisik menjadi yang paling sering diperhatikan. Tentang apa yang dipakai, terlihat bagus atau tidak, dan sebagainya. Ternyata bukan pakaian yang bagus, rumah yang mewah, kendaraan yang nyaman yang menjadi kebutuhan dasar si kecil. Baca juga Ini

Tiga kebutuhan dasar itu adalah:

Sabtu, 30 Juli 2016

Kalimantan Selatan Book Fair 3 | Ini dia Agenda Lengkapnya

00.08.00 1 Comments

Seharian kepala cenat-cenut kayaknya pusing mikirin laporan sama cucian plus Umaro yang Lagi Manis Manja hihihi. Begitu suami pulang kantor udah ajah gue langsung todong anterin ke Duta Mall Banjarmasin. Gue penasaran banget sama Book Fair yang diadakan oleh Pemerintah Kalimantan Selatan. Tahun lalu gak bisa lihat karena pas banget mudik ke Jakarta.

Moment belanja buku emang paling nyenengin banget deh buat orang yang suka baca dan kolektor buku. Cuma setelah pindah ke Banjarmasin setahun lalu, gue kudu gigit jari karena ternyata harga buku disini jauh lebih mahal daripada di pulau Jawa. Akhirnya moment belanja buku biasanya dilakukan secara online atau pas mudik.

Tanggalnya pas nih, tanggal tua dan tanggal muda hihihi... Boroooong...

Nah, tadi begitu sampai te-ka-pe Umaro buru-buru gue serahin ke Ayahnya. Trus Bundanya dengan perasaan tanpa dosa meluncur bebas di antara kerumunan orang sambil lirak lirik. Dilalah buku-buku yang lagi dipesan (belum dibayar) ke langganan belanja online kok ya ada semua. Dan Syoknya itu semua muraaaaaaaaah

Sabtu, 23 Juli 2016

Investasi Ini Harus Kamu Lakukan Ketika Si Buah Hati Hadir

20.34.00 1 Comments


Kehadiran seorang anak dalam kehidupan berumah tangga adalah impian hampir setiap pasangan. Emaknya Umaro bahkan sebelum nikah (calon ayahnya ajah juga belum nongol) udah pengen banget punya baby. Sampe-sampe kalau sehari-hari suka elus-elus perut yang emang udeh endut dari sononye. Dan ternyata terkadang bawa rejeki juga sih itu perut, karena jadi sering di kasih tempat duduk di Busway atau comuterline kwkwkw. Tapi gak enaknya adalah dicurigain tetangga bahkan sampe ortu sendiri kalau emang itu perut ada isinya #huft.

Setelah akhirnya menikah dengan ayahnya Umaro, menanti enam bulan barulah Allah kasih kepercayaan kepada kami untuk memiliki anak, sampai akhirnya lahirlah Umaro di satu tahun pertama pernikahan kami.

Bagian paling menyenangkan saat mengandung Umaro tentunya adalah saat menikmati tumbuh kembang si baby bala bala itu di dalam perut Bundanya. Tapi pengalaman yang tidak kalah seru adalah mempersiapkan segala keperluan jangka pendek dan jangka panjang untuk buah hati kami. Dan inilah investasi awal ketika si buah hati hadir di antara kami. 


  • Perlengkapan Bayi
Perlengkapan bayi adalah investasi awal yang harus kamu persiapkan jauh sebelum bayi itu sendiri hadir selain memang juga harus mempersiapkan biaya persalinan. Kenapa perlengkapan bayi bisa menjadi sebuah investasi? Saat memilih perlengkapan bayi pilihlah bukan sekedar mempertimbangkan harga barang tersebut. Tapi juga kualitasnya. Barang berkualitas gak selalu mahal loh. Selain kualitas pikirkan juga manfaat jangka panjang barang tersebut.

Jika barang yang kita pilih berkualitas, maka daya guna barang tersebut juga akan lebih lama bisa di manfaatkan. Bahkan bisa di wariskan pada anak kedua, ketiga, keempat atau sepupu-sepupunya, atau malah bisa di jual lagi dengan harga bagus.

Selain itu jika perlengkapan baby yang digunakan berkualitas, maka tidak hanya lebih awet tapi juga bisa menjadi investasi buat si anak tersebut bahkan orangtuanya. Misal dalam memilih gendongan. Gendongan yang nyaman dan aman akan menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan bayi dan juga yang gendong (ibunya terutama). Kalau salah pilih gendongan konon katanya akan berpengaruh buruk pada perkembangan bayi. Ibu juga bisa kena imbas buruk pada kesehatan, tentunya ibunya mau donk bisa gendong anak selanjutnya bahkan sampai cucu.
  • Tabungan Masa Depan
Ajari anak nabung yuuuk... Sebelum kehadiran buah hati, mungkin kita bisa bersenang-senang dengan beli ini dan itu. Tapi jika buah hati sudah ada, ayo deh mulai berbagi. Karena tentunya si buah hati punya kebutuhan khusus yang harus dipenuhi.

Yang paling banyak bikin ngeluh Buibu saat harus ngeluarin uang belanja untuk si buah hati adalah susu, diapers, dan baju. Sebetulnya kalau bayinya ASI eksklusif sih, gak usah pusing mikirin beli susu bayi yang harganya lumayan nguras kantong sih. Kalau untuk Diapers, Umaro pakai Clodi jadi mahal di awal ajah selanjutnya lumayan hemat. Ini investasi juga buat ading (bahasa banjar: adik) Umaro nanti. So untuk urusan Susu dan Diapers Umaro Emaknya Umaro gak pusing. Dan kalau baju, biasanya emak-emak memang gampang tergoda nih. Baju bayi selain cepet ganti karena tumbuhnya cepet, harganya emang relatif lebih mahal.

Nah ada tips dari temen gue nih. Dia selalu membiasakan ketiga buah hatinya punya celengan masing-masing bahkan anaknya yang masih bayi juga dibuatkan celengan khusus. Sehari dianggarkan lima ribu rupiah. Katanya lumayan, kalau mau beli sesuatu misal sepatu both dsb bisa ambil dari uang itu. Jadinya gak rasa beratin uang belanja hihihi.

Memang penting juga sih menyiapkan tabungan untuk masa depan anak. Jangka panjang bisa untuk pendidikan atau keperluan mendesak seperti anak sakit dsb.
  • Pendidikan jangka pendek dan jangka panjang 
Yang setuju sama gue ngacung... Menurut gue pendidikan dasar anak adalah dari rumahnya sendiri. Dimana Ayah dan Bundanya adalah guru pertama si anak tersebut. Kemudian si anak mulai bersosialisasi dengan lingkungan tempat tinggal dan barulah kemudian pendidikan formal seperti sekolah menjadi tempat belajar si anak.

Nah Ortu selaku guru pertama tentunya tidak hanya mendidik, tapi juga harus terus belajar supaya bisa mengikuti "tantangan" terkini mendidik buah hati. Nah selanjutnya juga menyiapkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk buah hati merupakan investasi karakter tingkat lanjut. Baru kemudian pilihkan sekolah yang baik untuk anak saat sudah waktunya sekolah.

Sekolah yang baik tidak harus mahal loh. Yang utama adalah sevisi misi dengan pola pendidikan dasar orangtua didukung dengan tersedianya tenaga pengajar yang mumpuni.
  • Quality Time
Memang mengurus anak pasti gak jauh-jauh dengan kebutuhan materi yang tidak sedikit. Sehingga orangtua harus banting tulang mengais rezeki demi buah hati. Bahkan tidak jarang para ibu juga ikut terjun payung membantu suami mencari nafkah demi keberlangsungan hidup.

Namun sesibuk apapun orangtua, sempatkanlah waktu untuk mendidik si buah hati. Meski ibu katanya adalah madrasah utama, jangan sampai kesibukan mencari nafkah membuat Ayah tdiak pernah ambil peran dalam pendidikan si anak.

Anak yang tumbuh dengan perhatian dan kasih sayang lengkap dari kedua orangtuanya Insya Allah akan tumbuh menjadi anak yang berkualitas. Untuk itu siapkanlah waktu berkualitas bersama buah hati anda.

Jumat, 22 Juli 2016

Kalau 5 Sikap Ini Ada pada Suamimu, Ucaplah Alhamdulillah

11.22.00 4 Comments

Siapa sih yang gak mau pasangannya menjadi sosok yang ideal, alias seperti yang kita inginkan. Tapi namanya jodoh Bu-Ibu, Insya Allah disiapkan sama Allah yang terbaik. Jika perangai suami nyebeli bersabarlah, jika perangainya baik bersyukurlah. Tapi kadang memang sesuatu yang baik untuk kita belum tentu loh baik menurut Allah. Ini dia 5 sikap yang bilamana dimiliki laki-laki maka Cuma satu kata untuk menggambarkan seluruhnya, “Alhamdulillah”.

Kamis, 21 Juli 2016

Amanda: Putri Bekasi Yang Terdampar Di Timur Indonesia

09.56.00 1 Comments

Kamu harus setuju sama gue kalau Indonesia itu adalah negara dengan alam yang sangat eksotik, Yang nggak setuju sanah minggat dari Indonesia hihihi. Atau jangan-jangan yang gak sepakat gak pernah keluar dari Jakarta jadi tahunya Cuma gedung bertingkat ajah. Nah salah satu tempat yang mupeeeeeng banget gue kunjungi adalah Ambon Maluku.

Disana salah satu anggota FLP Bekasi terdampar bak Putri Duyung karena turut dengan Suami hihihi. Dia adalah Amanda Ratih Pratiwi. Salah seorang Mahmud yang sumpeh bikin mupeng karena berkesempatan tinggal di Timur Indonesia nan eksotik itu.

Senin, 18 Juli 2016

Mengatasi Batuk Pilek Bumil dan Busui Secara Alami

14.02.00 0 Comments

Uhuk...Uhuk... eh gue bukan lagi nyindir siapa-siapa. Ini beneran lagi batuk. Ramadhan sudah berlalu, kudunya mah orang puasa mah tambah sehat ini gue sekeluarga malah sakit. Klo puasanya bener mah yah tambah sehat dijamin. Lah klo puasanya bukanya pake es, trus makan sesuai ingin tanpa perhatian sama gizi, di tambah es dan kadang suka jajan yang mana gak tau deh itu gulanya asli apa gak, minyaknya bagus apa gak, es nya pake air mateng apa gak dsb. Ditambah idul fitri juga wara-wiri kesana kemari akhirnya kecapekan dan daya tahan tubuh menurun deh. Alhasil uhuk...uhuk...

Kamis, 14 Juli 2016

Cuma Tahu Pasar Apung di Banjarmasin? Rugi! Coba Juga Wisata Budaya Satu Ini.

23.00.00 0 Comments
Foto tahun lalu, masih belum bawa gendongan hahaha...

Gak berasa udah setahun lebih tinggal di Banjarmasin. Hampir semua tempat wisata di kota seribu sungai ini sudah dijelajahi. Tapi dari dulu sebuah bangunan di Siring Sungai Martapura bikin gue penasaran. Bangunannya berupa rumah panggung besar yang terbuat dari kayu Ulin. Rumah itu selalu tertutup tapi ada tulisan “Ruma Anno 1925”.
Sasirangan alias Batik nya orang Banjar

Nah setelah setahun lebih penasaran, akhirnya beberapa waktu lalu rasa penasaran itu tuntas sudah terjawab. Ternyata bangunan tersebut dijadikan semacam ruang pameran. Kalau dari baligho di jalan-jalan sih itu pusat pameran UKM kota Banjarmasin. Jadi bayangan gue di dalamnya ada beberapa stand pedagang jadi bisa belanja-belanja (dasar emak-emak), tapi ternyata gak seperti bayangan.
peta destinasi wisata kota Banjarmasin

Bangunan yang terdiri dari dua lantai ini sarat akan budaya Banjarmasin. Di dalamnya ada pameran pakaian adat Banjarmasin, pameran berbagai produk dari sasirangan (batik khas Banjarmasin), Pakaian Nanang Galuh (Abang Nonenya Banjarmasin), ada panggung, spot berfoto, dan foto-foto Banjarmasin dari masa ke masa.

Kamis, 07 Juli 2016

Hikmah Tahnik | Karena Tahnik Apakah Masih Bisa Dikatakan ASI Eksklusif?

23.00.00 1 Comments
Umaro sedang di Tahnik Ayahnya di Rumah Sakit (lupa hari keberapa, kayaknya sih hari ke 3)

Akhirnya Emaknya Umaro #NulisLagi. Minggu lalu sempet bolos karena satu dan lain hal. Dan kali ini curhat Emaknya Umaro adalah mengenai Tahnik.

Beberapa waktu lalu ada teman yang sedang menjelang persalinan, banyak tanya ini itu seputar pengalaman gue. Nah salah satu yang bikin dia bertanya-tanya adalah Tahnik. “Apaan tuh pit Tahnik?”

Simplenya sih gue jawab ajah itu sunnah Rasul, yaitu dengan memberikan kunyahan kurma kepada bayi yang baru lahir. Nah terus muncul pertanyaan berikutnya, "emang Umaro gak ASI eksklusif? Kok di kasih kurma??"

Sebetulnya info seputar tahnik ini sudah Emaknya Umaro dapatkan sejak dulu. Tapi menjelang persalinan barulah gue sibuk bongkar-bongkar Buku Fiqih Sunah untuk Wanita karya Abu Malik Kamal Bin Sayyid Salim terbitan Al I’tishom, di dalamnya lengkap panduan wanita dari single sampai jadi mom.

Abu Musa ra. Menyatakan, “Ketika putraku lahir, aku membawanya kepada Nabi saw. Beliau memberinya nama Ibrahim, lalu mentahniknya dengan sebuah kurma. Beliau juga mendoakannya agar memperoleh berkah, lalu menyerahkannya kembali kepadaku.” Anak tersebut merupakan anak pertama Abu Musa. Diriwayatkan oleh Bukhari, No. 5467 dan Muslim, no. 2145.

Cara melakukan tahnik ini adalah dengan mengunyah sebutir kurma, kemudian air/sari nya dioleskan pada bibir bagian dalam bayi. Ada teman yang mengatakan, agar lebih afdol sebaiknya yang melakukan Tahnik adalah orang soleh. Tapi untuk keamanan,